Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Golkar Bidik Kemenangan di Empat Wilayah Pada Pilkada 2020

20 Januari 2020, 21: 58: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Golkar Bidik Kemenangan di Empat Wilayah Pada Pilkada 2020

ilustrasi (DOK.JAWA POS)

Share this      

DENPASAR,  BALI EXPRESS – Kendati calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2020 di Bali belum ditentukan, sejumlah partai politik sudah berani pasang target untuk menang di beberapa wilayah.

PDIP misalnya. Partai mayoritas sesuai hasil Pemilu 2019 ini merasa sudah cukup aman memenangkan pilkada di empat kabupaten, yaitu Jembrana, Tabanan, Badung, dan Bangli. Kecuali Denpasar dan Karangasem yang masih dalam posisi “lampu kuning”.

Tidak hanya PDIP yang berani pasang target, Golkar pun sudah punya angan-angan untuk menang di sejumlah wilayah. Setidaknya ada tiga daerah yang membuat Golkar optimistis menang, yaitu Karangasem, Bangli, dan Jembrana. Sekalipun untuk mencapai itu semua, Golkar mesti berkoalisi.

Seperti dikatakan anggota Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD I Golkar Bali, I GK Kresna Budi, Karangasem memang menjadi atensi penuh partainya. Obsesinya adalah mengembalikan kejayaan Golkar seperti periode sebelumnya.

“Kalau bisa targetnya tiga (daerah), yaitu Karangasem, Bangli, dan Jembrana. Bahkan tidak menutup kemungkinan Denpasar. Pokoknya ramailah,” sebut Kresna Budi, Senin (20/1).

Kresna Budi menyebutkan, peluang kemenangan di Denpasar bukannya tanpa perhitungan. Menurutnya, dari hasil Pemilu 2019 lalu, perolehan suara PDIP tidak terlalu dominan. “Jadi masih ada peluang,” ungkap politisi yang juga ketua Komisi II DPRD Bali ini.

Disinggung figur yang berpotensi dijagokan dalam pemilihan wali kota Denpasar, Kresna Budi menjawab dengan kalimat diplomatis, bisa kader, bisa juga nonkader. Terlebih Golkar, katanya, sebagai partai yang terbuka.

Menurutnya, dari kalangan kader ada Wayan Mariyana Wandira yang merupakan politisi muda sekaligus ketua DPD II Golkar Denpasar. Kemudian, I Putu Oka Mahendra yang saat ini menjadi kader legislatif di DPRD Kota Denpasar. Belum lagi Ketut Suwandhi yang saat ini anggota DPRD Bali.

“Ada juga Pak Sekda Kota Denpasar (AA Ngurah Rai Iswara). Ibu Shally Rai Mantra. Lihat perkembangannya nanti seperti apa. Namanya politik, komunikasi-komunikasi pasti ada. Yang jelas Golkar tidak miskin kader,” tegasnya.

Balik lagi ke Karangasem, Kresna Budi mengakui, wilayah di ujung timur Bali itu jadi perhatian khusus. Terlebih lagi, bakal calon yang berstatus petahana, IGA Mas Sumatri sudah secara terbuka meminta dukungan Golkar untuk maju kembali memimpin Karangasem.

“Kan bagus, paling tidak wakilnya kan bisa dari Golkar. Apalagi kalau sudah mencalonkan diri dari Golkar, itu sudah sebagian modal dasar. Ini akan memacu kader Golkar untuk semangat bisa memenangkan. Yang penting Golkar menang,” pungkasnya.

Di bagian lain, Ketua DPC PDIP Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, yang disinggung soal posisi PDIP di wilayahnya yang masih “lampu kuning” jelang Pilkada Serentak 2020, mengakui, mesin partainya harus kerja ekstra untuk bisa menang,  sekalipun posisi PDIP di Denpasar saat ini merupakan partai mayoritas di legislatif.  “Sesuai hasil Pemilu 2019, perolehan PDIP baru 48 persen. Belum sampai 50 persen. Jadi harapannya, semua kader masih perlu bekerja keras. Siap atau tidaknya (menghadapi pilkada), acuannya memang hasil pemilu,” jelasnya.

Namun dia menegaskan, bukan hanya hasil Pemilu sebelumnya saja yang jadi acuan, elektabilitas dari masing-masing calon juga akan menentukan kemenangan. “Jadi kami tidak ingin takabur harus menang (berapa persen). Yang jelas, semua kader harus bekerja keras. Evaluasi kembali di mana titik lemah kemarin,” tegas politisi yang menjabat ketua DPRD Kota Denpasar ini.

Adakah kemungkinan PDIP di Denpasar akan menggalang koalisi dengan partai lainnya? Menurutnya, sesuai aturan dan perolehan kursi di legislatif, PDIP memang sejatinya bisa mengusung calon secara mandiri. Namun bila dalam perkembangannya nanti, ada partai lainnya yang ingin bergabung atau berkoalisi, pihaknya tetap buka pintu. “Kalau ada (partai) yang ikut, ya silahkan,” katanya.

Sayangnya, Tu Rah Gede, begitu biasanya dia disapa, belum mau mengungkapkan partai mana saja yang sudah mulai merapat. “Itu nanti. Kami tidak perlu buka dulu. Kalau sudah ada keputusan (rekomendasi) dari induk partai. Habis mau bicara calon, (sekarang ini) belum ada. Belum jelas juga,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia