Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Turah Panji dan Wira Tenaya Ambil Formulir Penjaringan Golkar Tabanan

20 Januari 2020, 23: 45: 46 WIB | editor : Nyoman Suarna

Turah Panji dan Wira Tenaya Ambil Formulir Penjaringan Golkar Tabanan

AMBIL FORMULIR: Turah Panji mengambil formulir penjaringan di Sekretariat DPD II Golkar Tabanan, Senin (20/1). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Kantor DPD II Golkar Tabanan kedatangan dua orang tamu, Senin (20/1), untuk mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati untuk Pilkada Tabanan 2020 mendatang. Mereka adalah Anak Agung Ngurah Panji Astika yang mengambil formulir bakal calon bupati. Serta Bagus Putu Ngurah Wira Tenaya yang mengambil form bakal calon wakil bupati.

Usai mengambil formulir sekitar pukul 12.30, Anak Agung Ngurah Panji Astika atau yang akrab disapa Turah Panji mengatakan, dirinya datang ke Kantor DPD II Golkar Tabanan untuk mengambil formulir penjaringan bakal calon bupati. “Karena bagaimana juga saya tentu mengikuti mekanisme yang ada di Partai Golkar,” tegasnya.

Turah Panji yang ditemani timnya dari Puri Sejebag Tabanan serta sejumlah anak muda di bidang budaya Tabanan menambahkan, niat untuk mengikuti kontestasi politik tersebut dilatarbelakangi keinginan untuk menyumbang peran di tengah masyarakat. Dia pun ingin betul-betul ngayah untuk Tabanan, dan memberikan sebuah karya bkati untuk kemajuan Tabanan ke depannya. “Intinya sebagai putra Tabanan, (saya) ingin berperan. Tidak ada keinginan merebut kekuasaan. Murni keinginan untuk mengabdi,” ujarnya.

Keinginan tersebut yang membuat dia memutuskan menggunakan kendaraan Partai Golkar. Karena dia menilai Partai Golkar merupakan partai yang terbuka dan nasionalis, serta tidak menggunakan mahar.

Ditanya siapa sosok yang akan mendampinginya sebagai calon wakil bupati? Turah Panji menyebutkan, memang ada beberapa tokoh muda yang berkeinginan untuk mendampingi dirinya, namun dia menghormati proses yang berlaku. Dimana nantinya tokoh-tokoh tersebut akan mengikuti prosedur, yakni mengikuti penjaringan di Partai Golkar maupun Partai Nasdem. Termasuk mengikuti proses survey terlebih dahulu.

Apabila dirinya dipercaya sebagai calon bupati dari Golkar, dia mengaku tidak memiliki target suara, namun memenangkan kontestasi tersebut. Apalagi dia mengaku sudah berkomunikasi dengan semeton Puri Sejebag Tabanan dan komunitas budaya di Tabanan yang siap mendukung dirinya. Begitu juga para panglingsir yang sudah memberikan restu kepada dirinya. “Secara historis Golkar juga punya pendukung tetap, dan tentunya nanti dukungan dari koalisi. Jadi saya kira suara 40 persen sudah di tangan,” ucapnya optimis.

Pria dengan tiga anak ini juga mengaku memiliki strategis khusus, di antaranya bersinergi dengan komunitas budaya dan komunitas tradisional. Kata dia, yang paling penting yakni bagaimana dirinya mempresentasikan ide-ide tentang pembangunan dan perubahan Tabanan ke depannya. “Karena saya yakin, masyarakat Tabanan sekarang sudah modern, sudah tidak apatis lagi. Mereka sudah mengerti politik. Apalagi tahun 2020 ini generasi milenial cukup tinggi, jadi kami lakukan pendekatan itu,” imbuhnya.

Pengusaha ini pun mengaku ingin mengembalikan taksu Tabanan. Dimana dia ingin membangun Tabanan berbasis budaya dan pertanian, karena menurutnya, kekuatan Tabanan ada pada kedua hal tersebut. Sehingga pembangunan infrastruktur dan lainnya harus mengacu pada kedua hal itu, yang ujungnya ada  pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Tabanan.

Terkait kemungkinan Golkar berkoalisi dengan partai selain Nasdem, Turah Panji menegaskan, hal itu merupakan kewenangan Partai Golkar. Tapi dirinya tetap mencari kemungkinan yang baik. “Untuk kami secara pribadi, tentu melakukan lobi untuk koalisi. Tapi keputusan koalisi kan ada pada partai nanti,” tandasnya.

Nah bersamaan dengan Turah Panji, salah seorang kader Partai Golkar, Bagus Putu Ngurah Wira Tenaya juga mengambil formulir untuk bakal calon wakil bupati. Keputusan mengikuti penjaringan tersebut karena dirinya merasa terpanggil sebagai kader yang juga kebetulan sebagai wakil ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Golkar Tabanan. “Ini adalah sebuah panggilan, bagaimana ada kader-kader yang berani maju dalam momentum lima tahunan tersebut. Jadi hari ini (Senin, red) saya memberanikan diri mengambil form bacalon atas restu keluarga dan beberapa teman di partai,” tegasnya.

Dengan latar belakang pengusaha dan penyedia akomodasi pariwisata, pria yang mengaku lama berkarir di luar Bali itu ingin berbuat lebih banyak untuk tanah kelahirannya, dan bisa ikut mewarnai Tabanan.

“Astungkara bisa diberi kepercayaan oleh masyarakat. Menurut saya, Tabanan harus kembali ke identitas diri,” jelasnya.

Terlebih, menurutnya, selama ini iklim usaha dan investasi di Tabanan harus ditegakkan aturannya dengan benar, karena akan berpengaruh pada sumber PAD Tabanan. “Di samping itu, harus ditegaskan mana yang tidak boleh dan mana boleh, sehingga pemasukan ke sektor pariwisata bisa maksimal. Pengusaha pun bisa berkontribusi positif dalam hal kontribusi pajak,” tandas kader Golkar asal Banjar Basang Be, Desa Perean Kangin, Kecamatan Baturiti tersebut.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan I Made Asta Dharma mengatakan, hingga Senin (20/1) sudah ada tiga orang yang mengambil formulir. Selain Turah Panji dan Wira Tenaya. Sebelumnya juga ada I Gusti Kade Heryadi Angligan yang mengambil formulir bakal calon bupati. “Kami masih membuka kesempatan sampai 31 Januari nanti,” ujarnya.

Sedangkan berdasarkan informasi di lapangan, pada Rabu (22/1) juga akan ada tokoh profesional yang bakal mengambil formulir penjaringan ke Golkar Tabanan. Pria itu tak lain dr. Ngurah Oka Santhosa, yang digadang-gadang bakal mendampingi Turah Panji.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia