Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Pengguna Jalur Short Cut 5-6 Waswas, Ada Rumor Penghadangan

21 Januari 2020, 23: 30: 38 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pengguna Jalur Short Cut 5-6 Waswas, Ada Rumor Penghadangan

BUTUH PENGAMANAN: Jembatan sepanjang 200 meter di jalur shortcut titik 5-6 sempat dijadikan tempat menghadang kendaraan yang melintas pada malam hari. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SUKASADA, BALI EXPRESS - Belum ada sebulan diresmikan, ruas jalan shortcut titik 5-6 yang berlokasi di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada kini membuat pengendara waswas melintas. Pasalnya, mencuat dugaan aksi penghadangan  yang dilakukan sekelompok pemuda tepatnya di jembatan shortcut yang menimpa seorang pengendara berinial JS saat melintas pada 16 Januari 2020 lalu, sekitar pukul 02.00.

Kasus penghadangan yang membuat kenyamanan pengendara terganggu ini lantas dilaporkan ke Mapolsek Sukasada. Kendati telah diselidiki oleh kepolisian, namun motif dari dugaan aksi penghadangan itu belum diketahui.

Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede menyebut, kejadian yang menimpa JS ini bermula saat dia bersama sang istri melintas di jembatan shortcut titik 5 dan 6 Desa Pegayaman. Saat itu, korban  kaget dihadang oleh tiga sepeda motor secara melintang di ruas jalan tersebut.

Dari penjelasannya kepada polisi, awalnya korban sempat hendak berhenti. Karena melihat ada gelagat yang mencurigakan dari anak muda yang jumlahnya sekitar 10 orang, JS langsung tancap gas. Bahkan, salah satu motor yang sempat menghadang korban terkena serempet.

“Memang benar ada laporan warga ke Polsek Sukasada terkait dugaan penghadangan di jalur shortcut titik 5 dan 6. Anggota Polsek Sukasada sudah turun untuk mengecek, namun tidak ditemukan adanya penghadangan,” ujar Sumarjaya saat dikonfirmasi, Selasa (21/1) siang.

Pihaknya pun tak menampik jika kawasan jembatan tersebut kerap digunakan sejumlah anak-anak muda nongkrong di sana. Terlebih ditambah suasana terang untuk menikmati view yang sangat indah. “Dari keterangan pelapor, katanya dihadang. Tapi pelapor saat itu bisa melewati, dan tidak ada ancaman saat itu," imbuhnya.

Sumarjaya juga tidak menampik, memang ada aksi penyerempetan yang dilakukan pelapor (JS, red) terhadap salah satu motor yang diduga menghadang. "Ya memang ada motor diserempet, mungkin karena motor itu tidak mau minggir, sudah dibel beberapa kali," jelas Sumarjaya.

Kendati demikian Sumarjaya mengaku, dugaan aksi penghadangan ini masih dalam penyelidikan Polsek Sukasada untuk mengetahui kebenarannya dan motif dibalik aksi penghadangan tersebut. Selain itu, patroli juga akan ditingkatkan Polsek Sukasada untuk memantau situasi wilayah Buleleng atas.

Peningkatan patroli juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan jalur shortcut titik 5 dan 6 dipakai sejumlah anak muda melakukan trek-trekan liar. "Patroli dari Polsek Sukasada akan ditingkatkan. Sekarang masih lidik, untuk mengecek. Anggota juga sudah rutin ke lokasi untuk melakukan patroli malam. Kemungkinan jalur itu dipakai trek-trekan masih dalam pengecekan," pungkas Sumarjaya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia