Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Viral, Foto Bugil Siswi SMP di Buleleng, Polisi Masih Telusuri

22 Januari 2020, 20: 00: 09 WIB | editor : Nyoman Suarna

Viral, Foto Bugil Siswi SMP di Buleleng, Polisi Masih Telusuri

Sekretaris Disdikpora Buleleng Made Astika. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Warganet di Buleleng dihebohkan dengan tersebarnya foto seorang siswi yang telanjang bulat di medsos. Foto bugil itu diduga sudah ada sejak enam bulan lalu, hanya saja baru beredar di medsos belakangan ini. Selain menanggung malu, oknum siswi tersebut konon diskors oleh sekolahnya dengan belajar di ruang Bimbingan Konseling (BK) demi mengantisipasi bullying dari temannya di sekolah.

Beredarnya foto bugil ini membuat orang tua oknum siswi itu meradang. Itu dibuktikan dengan cuplikan video berdurasi 20 detik yang beredar di sosial media. Dalam video tersebut, sang siswi yang masih mengenakan seragam olahraga terlihat dipukul oleh orangtuanya. Diduga orangtuanya kesal lantaran anaknya nekat berfoto bugil hingga akhirnya viral di sosial media.

Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya mengatakan, saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Pasca viralnya foto bugil di grup medsos, Unit PPA Satreskrim Polres langsung melakukan tindakan dengan mendatangi lokasi siswi itu bersekolah.

 "Kami sudah tindaklanjuti. Itu juga sudah dilakukan penyelesaian dengan pihak sekolah. Jadi penyelesaian lebih kepada kepentingan yang terbaik bagi anak itu, sekolah dan orangtuanya," kata Iptu Sumarjaya, Rabu (22/1), ditemui Mapolres Buleleng.

Saat ini, polisi masih menunggu pihak yang merasa dirugikan untuk melapor ke Mapolres Buleleng sehingga polisi dapat segera memburu siapa pelaku yang nekat mengedarkan foto bugil siswi malang tersebut.

"Sejauh ini belum ada laporan. Namun Unit PPA sudah melakukan pendampingan terhadap korban. Kalau bisa, kepada pihak yang merasa dirugikan untuk melapor ke polisi, sehingga kami mudah menindaklanjuti. Karena ini termasuk pelanggaran undang-undang ITE," jelasnya.

Kabar tak sedap ini pun sampai ke telinga Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika. Menurut Astika, dengan beredarnya foto ini, akan merusak nama pendidikan. Untuk itu, Astika berharap agar kepala sekolah menelaah kembali bagaimana keterlibatan orangtua di dalam sekolah.

"Kepala sekolah harus menelaah soal keterlibatan para orangtua dalam pengawasan anak. Minimal sekolah selalu mengingat orangtua siswa agar ikut terlibat dalam menjaga anak mereka. Harus selalu diingat dalam pertemuan apapun dengan orangtua siswa," pungkas Astika.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia