Minggu, 05 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jelang Upacara Otonan, Bayi Kembar Siam Asal Joanyar Berpulang

22 Januari 2020, 20: 54: 26 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jelang Upacara Otonan, Bayi Kembar Siam Asal Joanyar Berpulang

MENINGGAL : Bayi kembar siam yang lahir dari pasutri Putu Redita dan Putu Ayu Sumandi akhirnya meninggal dunia. (ISTIMEWA)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Masih ingat dengan bayi kembar siam dari Desa Joanyar, Kecamatan Seririt yang lahir di RS Santi Graha, Seririt pada bulan Juli 2019 lalu? Kini bayi malang yang terlahir lewat operasi caecar ini telah berpulang. Padahal, rencananya pihak medis di RSUP Sanglah Denpasar akan melakukan operasi pemisahan saat sang bayi menginjak usia 9 bulan.

Apa daya takdir berkata lain. Buah hati dari pasangan suami istri bernama Putu Redita, 24 dan Putu Ayu Sumandi, 19 yang telah diberi nama Kadek Liana Sari dan Komang Dita Ariani, meninggal dunia, Rabu (22/1) sekira pukul 09.00 Wita di Joanyar. Sebelum menghembuskan napas terakhir, bayi malang ini sempat mengalami demam tinggi.

Menurut Putu Redita, pihaknya rencananya akan melaksanakan upacara otonan saat buah hatinya menginjak usia 6 bulan. Upacara satu oton itu rencananya akan digelar, Rabu (29/1) mendatang.

"Kami sudah rencanakan untuk melakukan upacara sesuai adat dan keyakinan. Namun nasib berkata lain, anak saya lebih dahulu meninggal," kata Redita didampingi Kepala Desa Joanyar Ketut Wijaya, Rabu (22/1).

Dengan mata berkaca-kaca, Redita menjelaskan, sebelum menghembuskan napas terakhir, bayinya sempat mengalami demam tinggi. Bayi tersebut lantas diperiksakan ke dokter terdekat. Namun pihak medis menyebutkan bahwa sang bayi mengalami infeksi paru-paru."Didahului demam tinggi sebelum akhirnya meninggal," imbuhnya.

Menurut rencana, jenazah Liana Sari dan Dita Ariani akan dimakamkan, Minggu (26/1) pagi hari sebelum matahari terbit di Setra Alit, Desa Pakraman Joanyar. "Sesuai kesepakatan keluarga, rencananya akan dimakamkan pada hari Minggu (26/1) dan dilakukan pagi hari sebelum matahari terbit," ungkapnya.

Sementara itu menurut Kepala Desa Joanyar, Ketut Wijaya, selama ini keberadaan bayi kembar siam ini secara rutin tetap dipantau oleh pihak RSUP Sanglah. Sebab, saat usianya baru bebeberapa hari, sang bayi sempat dirujuk ke Sanglah untuk mendapat perawatan medis. "Informasinya, setelah berusia 9 bulan akan dilakukan operasi pemisahan sambil melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatannya," tandas Wijaya.

Diberitakan sebelumnya, tak pernah terbesit di benak Kadek Redita, jika buah hatinya dengan sang istri Putu Ayu Sumandi, terlahir dalam kondisi kembar siam. Anak kembarnya yang berjenis kelamin perempuan itu, kini harus dirujuk ke RS Sanglah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pria asal Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng menuturkan, dia sempat merasa syok ketika sang istri melahirkan anak pertamanya itu pada Rabu (3/7/2019) sore. Proses persalinan secara caesar dilakukan di RS Santi Graha, Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt.

Rupanya, anak kembarnya lahir dalam kondisi dempet (menempel, red) di bagian dada hingga perut, dengan berat 4.2 kilogram, dan panjang 49 sentimeter. Malangnya, kondisi ini pun justru baru diketahui Redita, ketika bayi sudah dilahirkan.

Kepada awak media, Redita menuturkan, selama masa kehamilan, sang istri Putu Ayu Sumandi selalu rutin memeriksakan kandungannya di rumah sakit daerah Seririt. Hanya saja, saat dilakukan USG dan pemeriksaan, dokter menyebutkan bahwa bayinya kembar tetapi dalam kondisi normal alias tidak dempet.

Ketia usia kandungan memasuki 38 minggu, bayi itu terpaksa dilahirkan secara caesar mengingat posisinya nyungsang. Redita pun dibuat kaget bukan kepalang saat melihat kondisi bayinya ternyata dalam keadaan dempet.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news