Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

19 Babi Mati di Gianyar, Terbanyak di Payangan

22 Januari 2020, 23: 17: 42 WIB | editor : Nyoman Suarna

19 Babi Mati di Gianyar, Terbanyak di Payangan

DIANGKUT: Sejumlah babi diangkut menggunakan mobil bak terbuka di wilayah Gianyar, Rabu (22/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Selain di Tabanan, kini kasus kematian ternak babi secara mendadak juga terjadi di empat lokasi di wilayah Kabupaten Gianyar. Data itu berdasarkan laporan yang diterima Dinas Pertanian (Distan) Gianyar, Rabu (22/1). Hingga saat ini Dinas Pertanian sedang meneliti sampel bangkai babi yang telah dikubur tersebut.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavet Distan Gianyar, drh. Made Santi Arka Wijaya menjelaskan, sebaran babi mati terbanyak terjadi di Kecamatan Payangan. Hal itu lantaran daerah Payangan merupakan daerah terbanyak ternak babi. “Di Payangan ada tiga titik, yaitu di Desa Klusa, Bukian dan Ponggang Puhu. Satu titik lainnya di Sukawati, tepatnya Desa Singapadu Tengah,” ungkapnya.

Terkait babi yang mati mendadak, pihaknya langsung terjun ke lokasi kandang. Setelah dilakukan desinfeksi kematian, sampel juga dibawa ke laboratorium di Denpasar. “Belum ada hasil, tapi kami sudah berkoordinasi dengan BBVet untuk diambil sampel,” jelasnya.

Pihaknya memperkirakan, wabah babi mati ini tidak berkaitan dengan ASF. “Kalau dilihat dari angka kematian cukup kecil, kemungkinan tak terserang ASF. Kami juga akan lakukan sosialisasi di daerah yang banyak kematian dan yang masih aman, untuk sama-sama memperketat lalu lintas babi,” imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia