Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Sosialisasi Calon Perseorangan Gaet Bendesa Adat

23 Januari 2020, 07: 06: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sosialisasi Calon Perseorangan Gaet Bendesa Adat

SOSIALISASI: Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, saat mengisi sosialisasi calon perseorangan yang digelar KPU Karangasem Rabu (22/1). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Tahapan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, September 2020 mendatang terus bergulir. Kali ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem memberi perhatian serius terhadap pasangan calon perseorangan. Sebab kesempatan bagi masyarakat untuk maju melalui jalur independen masih terbuka lebar. Namun sampai saat ini belum ada tanda bakal adanya calon perseorangan.

Untuk itu, KPU Karangasem terus melakukan sosialisasi. Seperti sosialisasi yang digelar Rabu (22/1) di Kampus STKIP Agama Hindu Amlapura, dengan mengundang para bendesa adat se-Karangasem. “KPU memberi kesempatan bagi masyarakat yang kemungkinan terbentur kepartaian. Tidak memiliki cukup modal atau masalah lain, tapi ada keinginan mencalonkan diri, jalur perseorangan ini maksudnya,” ujar Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan, yang hadir sebagai pembicara pada sosialisasi.

Masyarakat yang hendak maju dari perseorangan dibuka sejak 26 November 2019 lalu. Dilanjutkan, pada 19 Februari sampai 23 Februari dibuka pendaftaran.

Bagi tokoh masyarakat Karangasem yang ingin mendaftar, dapat melakukan konsultasi ke KPU Karangasem. Calon sudah harus punya pendamping sebelum mendaftar. Mereka wajib mengantongi 32.317 KTP dukungan. “Minimal dukungan ada di lima dari delapan kecamatan,” sambung mantan Ketua KPU Kabupaten Bangli itu.

Dalam kesempatan itu, salah seorang peserta yakni Bendesa Adat Lebah, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, I Nyoman Arya mempertanyakan, apakah boleh mengundang calon yang sudah ditetapkan untuk hadir dalam acara keagamaan di Desa Adat. “Misalnya diundang untuk menyaksikan prosesi suatu upacara,” tanya Arya.

Lidartawan dengan tegas mengatakan, kalau untuk tujuan seperti itu pasangan calon boleh diundang, dengan catatan tidak melakukan kegiatan yang mengandung unsur kampanye. “Misalnya saja menyampaikan visi misi, itu baru tidak boleh,” tegas Lidartawan.

Sementara itu, I Nyoman Ginantra, perwakilan Partai Hanura menginginkan adanya kebijakan yang memungkinkan Bendesa Adat bisa mengeluarkan rekomendasi terkait pemilih yang sudah meninggal agar bisa dihapus. “Nanti tinggal diteruskan ke Disdukcapil saja,” ucap Ginantra

Menanggapi hal tersebut, Lidartawan mengatakan, belum ada aturan tertulis untuk mekanisme tersebut. Namun pihaknya akan menampung usulan tersebut untuk dikoordinasikan.

Selain itu, dia juga memberikan solusi untuk pengurusan surat keterangan meninggal, sebagai acuan menghapus pemilih dapat dilakukan dengan jemput bola. “Kami datangkan Disdukcapil ke desa, tapi kami mohon kepada Jero Bendesa untuk dapat menghadirkan warganya,” tandas Lidartawan

Sementara, Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menegaskan, kegiatan ini sebagai upaya merangkul semua kalangan untuk menyebarluaskan pemilu. “Bendesa Adat juga memiliki peran yang strategis dalam upaya sosialisasi sepertin ini,” ucap Krisna.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia