Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Tempat Ganti Pakaian di Panglukatan Pura Mengening Belum Berfungsi

24 Januari 2020, 06: 25: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tempat Ganti Pakaian di Panglukatan Pura Mengening Belum Berfungsi

MELUKAT : Salah satu warga tengah melakukan proses melukat di penglukatan Pura Mengening, Desa Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, Kamis (23/1). Sayangnya fasilitas ganti pakaian belum difungsikan. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tempat melakukan penglukatan di Pura Mengening, Desa Saraseda, Kecamatan Tampaksiring saat ini semakin diminati oleh warga lokal maupun wisatawan. Selain tempatnya yang asri dan sejuk, pancuran tempat melukat airnya sangat besar. Namun, tempat untuk ganti pakaian sangat minim, jika pun ada saat ini masih terkunci semua.

Bendesa Adat Saraseda, Kecamatan Tampaksiring, I Nyoman Weda, menjelaskan pihaknya dan Dinas Pariwisata tengah menata lokasi tersebut. Mulai dari penempatan pedagang, parkir, hingga tempat ganti pakaian. “Kemarin kamis sudah tata pedagang, dan tempat ganti pakaian juga sudah dibuat. Hanya saja yang jaga di tempat ganti dan kuncinya belum ada,” jelasnya, Kamis (23/1).

Weda juga mengaku, tempat ganti pakaian awalnya adalah di timur laut tempat penglukatan. Itu pun masih menggunakan bangunan seadanya, dan beratap seng aluminium. “Dulu memang tempat ganti beratap seng digunakan, karena sekarang sudah dibuat baru, dan nanti akan dipergunakan sekitar akhir bulan ini,” bebernya.

Sedangkan tempat ganti pakaian yang ada saat ini hanya berjumlah empat ruangan. Itu pun di dalamnya dikatakan tidak ada lubang pembuangan air. Mengingat yang akan mengganti pakaian setelah melukat pasti basah, sehingga airnya dikhawatirkan mengalir kembali ke luar tempat ganti.  “Kalau empat tempat ganti, kurang atau tidak kami belum tahu, karena belum pernah dipakai. Saya harapkan di dalamnya bisa diisi lubang pembuangan supaya airnya tidak tergenang, penataannya itu di bawah pemda dan kami harapkan bisa diperbaiki,” imbuhnya.

Selain tempat ganti, ia juga mengatakan penataan lainnya dilakukan mulai dari pembangunan gapura, bangunan untuk informasi pengunjung, parkir, rambu-rambu atau petunjuk arah. Pantauan koran ini, terpampang pada sepanduk proyek pembuatan tata ruang ganti menggunkan anggaran sebesar Rp 179 juta. Pembangunan pusat informasi sebesar Rp 234 juta, pembuatan rambu petunjuk arah sebesar Rp 43 juta. Sedangkan pembuatan parkir sebesar Rp 149 juta, semua proyek dikerjakan rata-rata dengan waktu 60 hari kalender, dan semuanya telah rampung. 

Weda menyampaikan pura dan tempat melukat yang terletak di selatan Pura Tirta Empul Tampaksiring itupun memang dikembangkan sebagai destinasi daya tarik wisata. Sehingga dipandang perlu ditata sebaik mungkin dan membuat nyaman pemedak maupun wisatawan yang datang. Baik yang bertujuan untuk sembahyang, melukat ataupun hanya bermeditasi. 

“Saat ini kita belum kenakan tiket masuk, karena masih kita gunakan sistem donasi atau dana punia. Begitu juga yang jaga, warga kami memiliki lima kelompok untuk jaga di sana secara bergiliran setiap hari,” ungkapnya. 

Dikonfirmasi, Kabid Destinasi, Dinas Pariwisata Gianyar, Gusti Ngurah Susatia menjelaskan terkait tempat ganti pakaian di penglukatan Mengening tersebut masih akan diceknya. “Tyang (saya) belum tahu, karena saya Kabid baru belum ke lapangan. Senin tyang cek,” jelasnya singkat.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia