Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Tim Sumatri Tunda Laporkan Kasus Anaknya Disebut Lindungi Tajen

24 Januari 2020, 06: 32: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Tim Sumatri Tunda Laporkan Kasus Anaknya Disebut Lindungi Tajen

I Gusti Putu Artha (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Setelah berencana melayangkan laporan terhadap empat pemilik akun facebook (FB) atas pelanggaran UU ITE, tim kuasa hukum bupati IGA Mas Sumatri memutuskan menunda laporan hingga pekan depan. Awalnya pihak Mas Sumatri hendak melapor ke Polres Karangasem, Kamis (23/1) pagi. 

Ini terkait pencatutan anak bupati Karangasem yang disebut terlibat dalam perlindungan judi tajen atau sabung ayam. Dalam surat yang beredar luas di media sosial tentang permohonan pembubaran judi tajen, beberapa nama diduga sebagai pelindung. Salah satunya disebut anak bupati. Ini yang membuat tim kuasa hukum Sumatri bereaksi keras.

"Kami ingin menghormati Hari Raya Siwaratri. Kami tidak enak dibilang tidak menghormati hari raya. Jangan sampai ada kata-kata 'Tim pasangan calon tidak menghormati hari raya, pas hari raya kok melapor begini-begini,' biar tidak begitu," kata konsultan politik Mas Sumatri, I Gusti Putu Artha, dihubungi Bali Express (Jawa Pos Group) kemarin.

Apakah pihaknya masih menelusuri akun-akun yang potensial menyebarkan kabar bohong itu hingga berbuntut terhadap mundurnya pengaduan ke Polres. Putu Artha membantah hal itu. Pihaknya sudah cukup bukti kuat dan beberapa data-data dikatakan sudah lengkap. "Kalau data sih sudah. Cuman cari momen tepat saja," kilahnya.

Tim kuasa hukum Sumatri sangat menyayangkan hal yang terjadi saat ini, mengingat Mas Sumatri ingin menciptakan suasana politik yang damai tanpa fitnah dan hujatan. "Ini pembunuhan karakter. Ini jelas pencemaran nama baik yang sengaja ingin menjatuhkan popularitas Bu Mas," ketusnya.

Di pihak lain, Satreskrim Polres Karangasem langsung bergerak menelusuri beberapa tempat yang disinyalir sebagai arena judi tajen sejak Senin (20/1) lalu. Namun hasilnya nihil. Bahkan arena sabung ayam di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem sudah diperintahkan untuk dibongkar, Rabu (22/1).

Menurut Kanit Buser Satreskrim Polres Karangasem IPDA Wira Graha Setiawan, sebanyak 13 anggota buru sergap (buser) Polres Karangasem sudah terjun di tiap kecamatan. "Jika ada informasi, kami akan lakukan penyelidikan. Kalau benar, kami amankan orang yang bermain termasuk barang bukti. Jika memenuhi unsur pidana kami akan lanjut ke penyidikan," imbuh Wira Setiawan.

Disinggung apakah penyelidikan baru dilakukan pascaberedar surat kaleng yang heboh di media sosial itu? Pihaknya membantah tidak pernah menerima laporan tersebut. Penyelidikan dilakukan jauh sebelum surat kaleng itu tersebar.

"Perintah Bu Kapolres, kami melakukan penyelidikan di Bugbug, apakah ada indikasi sabung ayam. Setelah diinterogasi ke pemilik tanah, memang dulu pernah ada dan sekarang sudah dilarang adat dan penyelenggara tidak berani lagi. Arena juga sudah dibongkar," jelas Wira seraya akan terus memantau semua kecamatan. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia