Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Kolom

Pentingnya Ice Breaking dalam Pembelajaran Siswa di Kelas

Oleh: Kadek Tisnawati, S.Pd.SD*

24 Januari 2020, 09: 03: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pentingnya Ice Breaking dalam Pembelajaran Siswa di Kelas

Kadek Tisnawati, S.Pd.SD (ISTIMEWA)

Share this      

PENINGKATAN mutu pendidikan di sekolah berkaitan langsung dengan siswa sebagai anak didik dan guru sebagai pendidik. Keberhasilan belajar di sekolah dapat diketahui dari hasil belajar dan prestasi siswa di sekolah. Selain itu, keberhasilan belajar siswa dapat dicapai karena beberapa faktor, diantaranya keaktifan siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan, motivasi dan semangat belajar, lingkungan sekolah, guru, strategi belajar, fasilitas belajar yang digunakan di sekolah dan faktor lainnya.

Dalam proses pembelajaran di kelas ada banyak masalah yang sering kali dihadapi oleh siswa maupun guru. Siswa merasa malas dan terlihat bosan saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Terlebih kita menyadari, kemampuan untuk berkonsentrasi bagi anak sekolah dasar tidak bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya siswa menjadi tidak fokus, kemudian mengobrol ataupun bermain dengan temannya. Pada kondisi seperti ini, kemampuan guru diuji untuk bisa mengembalikan fokus belajar siswa pada materi yang diajarkan. Guru yang profesional harus bisa memodifikasi kegiatan pembelajaran. Hal yang mutlak dilakukan oleh seorang guru agar peserta didik tidak mengalami kejenuhan karena pembelajaran. Harus ada solusi dari kejadian seperti ini, dan tentunya saat kita melihat siswa cenderung mulai hilang fokus dalam kelas, karena mereka tidak memiliki media perantara untuk mengekspresikannya.

Guru sering beranggapan bahwa melaksanakan pekerjaan mengajar adalah sesuatu yang bersifat rutinitas belaka, asal sudah membuat persiapan mengajar beserta perangkat pembelajarannya dinggap sudah cukup, tanpa memperhatikan komponen seperti karakteristik siswa yang sedang belajar. Guru sering tidak menyadari bahwa objek yang dihadapi dalam mengajar adalah manusia yang mempunyai karakteristik yang unik dan berbeda-beda, serta mempunyai mood yang bisa berubah setiap saat. Belum lagi jika dikaitkan dengan lamanya waktu belajar siswa dalam satu hari, yang berjalan setiap harinya secara rutinitas tanpa ada variasi, akan menimbulkam masalah baru dalam pembelajaran. Nah ice breaking ini mungkin jadi salah satu solusi untuk menjaga semangat siswa tetap tinggi dalam mengikuti pembelajaran.

Ice breaking adalah suatu kondisi peralihan dimana mengalihkan situasi yang menjenuhkan serta membosankan, menjadi kondisi yang santai, bersemangat kembali dan tidak membuat mengantuk. Ice breaking biasanya digunakan dengan menyelipkan game atau permainan, tebak-tebakan, di tengah pembelajaran. Kegiatan ice breaking ini dapat dilakukan 5-10 menit saja. Jangan diberikan terlalu lama, karena nantinya akan membuat murid menjadi malas atau enggan menerima pelajaran kembali. Dalam ice breaking ini, guru juga boleh memberikan penghargaan atau reward agar meningkatkan semangat belajar murid. Karenanya kemampuan pedagogik guru sangatlah memegang peranan penting dalam menciptakan suasana kelas yang aktif. Jika peserta didik sudah mulai jenuh dengan materi pelajaran yang disampaikan, buatlah suatu kondisi yang dapat membangkitkan kembali semangat belajarnya. Dengan kondisi seperti itu, maka guru akan selalu dirindukan dalam setiap proses pembelajaran, karena menyenangkan dan menjadikan setiap proses pembelajarannya berkesan bagi peserta didiknya. (*)

*) Penulis adalah Guru SD Negeri 1 Karangasem

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia