Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Bangkai Babi Bermuara di Bendungan Telaga Tunjung, Warga Timpag Resah

24 Januari 2020, 19: 25: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bangkai Babi Bermuara di Bendungan Telaga Tunjung, Warga Timpag Resah

BANGKAI BABI : Sejumlah bangkai babi yang bermuara di Bendungan Telaga Tunjung. (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Adanya kematian puluhan ternak babi di Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, yang diduga akibat ASF rupanya turut meresahkan masyarakat diluar Desa Jegu. Apalagi setelah beberapa ekor bangkai babi ditemukan di kawasan Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa beberapa ekor babi berukuran besar nampak mengambang di Bendungan Telaga Tunjung, serta ada juga yang terdampar ditepiannya. Dan ada juga yang dibungkus dengan karung. Ia menduga bangkai babi tersebut dibuang oknum peternak di Desa Jegu melalui aliran Sungai Yeh Ho yang bermuara di Bendungan Telaga Tunjung. "Apalagi beritanya di Desa Jegu memang ada puluhan ternak babi yang mati, diduga akibat ASF. Dan kami sangat menyesalkan perbuatan oknum peternak itu," ujarnya.

Sebab kata dia, perbuatan tersebut jelas mencemari lingkungan serta mencemari air Sungai Yeh Ho yang juga digunakan sebagai sumber air PDAM Tabanan. "Kalau begini warga kan resah airnya tercemar karena airnya mengalir ke warga," tandasnya.

Hal itu pun dibenarkan oleh Perbekel Desa Timpag, I Nyoman Ardika. Dirinya mengatakan bahwa beberapa ekor  bangkai babi yang sudah membusuk terpantau oleh warga setempat sejak Kamis (23/1) sekitar pukul 10.00 Wita. Hanya saja ia masih akan berkoordinasi dengan Perbekel Desa Jegu dan Desa Pesagi untuk memastikan asal bangkai babi tersebut. "Sebab di Bendungan Telaga Tunjung bermuara dua sungai, sungai Yeh Ho yang melintasi Desa Jegu dan sungai Yeh Mawa yang melintasi Desa Pesagi. "Karena kami tidak mau asal tuduh, jadi saya akan berkoordinasi dulu dengan Perbekel Desa Jegu dan Pesagi untuk memastikan itu," tegasnya.

Atas adanya bangkai babi tersebut, tentu masyarakat resah karena takut mewabah. Terlebih masyarakat Desa Timpag rata-rata merupakan peternak babi. "Apalagi saat ini Desa Timpag mewacanakan Desa Wisata sehingga kami harap lingkungan tidak tercemar," imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Peternakan Dan Kesehatan Hewan Dinas Kabupaten Pertanian Tabanan, Wayan Suamba yang dikonfirmasi via telepon mengatakan jika langsung meminta rekannya di Puskeswan II untuk turun langsung ke Bendungan Telaga Tunjung melakukan pengecekan. "Kami baru tahu hari ini, jadi hari ini kita langsung minta teman kami di Puskeswan II turun ke lapangan," ujarnya.

Padahal kata dia, para peternak telah diimbau untuk tidak membuang bangkai babinya ke sungai agar virus tidak menyebar. "Sudah sering kita imbau peternak agar tidak membuang kotoran babi atau bangkai babi ke sungai, kalau mati kita suruh tanam. Artinya sudah kita infokan setiap turun ke lapangan," pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia