Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Debit Air Subak di Penebel Berkurang Gara-gara Dipakai PDAM

24 Januari 2020, 19: 33: 14 WIB | editor : I Putu Suyatra

Debit Air Subak di Penebel Berkurang Gara-gara Dipakai PDAM

DISKUSI SUBAK: Hery Angligan (kanan) dalam sebuah diskusi di Penebel, Tabanan. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Pada musim kemarau, para petani mulai merasakan kekurangan air karena debit air yang mengecil. Hal inj diperparah dengan banyaknya sumber mata air yang ada di Tabanan saat ini lebih banyak dikelola oleh PDAM ketimbang disalurkan untuk kebutuhan subak di Tabanan.

Dalam sebuah diskusi krama subak di Babahan dengan tokoh masyarakat I Gusti Kade Heryadi Angligan atau yang akrab disapa Hery Angligan, krama subak mengutarakan bahwa saat ini khusunya pada musim kemarau debit air yang mengalir sangat kecil, sehingga beberapa petani tidak bisa menggarap lahannya dengan maksimal karena tidak mendapatkan air.

Salah satu krama menuturkan bahwa dulu di tahun 90an, ada kesepakatan bahwa 65 persen air yang berasal dari sumber mata air disekitar sana dijual ke PDAM, sedangkan 35 persen lagi dialirkan ke warga subak. Hanya saja kenyataannya malah melenceng, bahkan membuat debit air turun.

"Yang mana jatah 35 persen yang seharusnya menjadi hak kami sebagai petani malah ditutup dan sepenuhnya digunakan oleh PDAM sekarang," ujar warga subak yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Atas keluhan tersebut, Hery Angligan mengatakan jika hal tersebut harus diatasi dengan prosedur dan mekanisme aturan yang ada. "Petani melalui pekaseh, bersama-sama akan menghadap dan berkomunikasi dengan pemerintah daerah serta dinas-dinas terkait untuk minta agar ada peninjauan kembali perjanjian pembagiannya," tegasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia