Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Melasti Karya Agung Pangurip Gumi, Jalan Kaki 90 Km, Ini Rutenya

24 Januari 2020, 19: 37: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Melasti Karya Agung Pangurip Gumi,  Jalan Kaki 90 Km, Ini Rutenya

BERI KETERANGAN: Ketua Panitia I Karya Agung Pengurip Gumi Pura Luhur Batukaru, Wayan Arya, didampingi Bendesa Adat Wangaya Gede, I Ketut Sucipto, dan Kabag Humas dan Protokol Setda Tabanan, I Ketut Ridia. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Prosesi melasti serangkaian Karya Agung Pengurip Bumi di Pura Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan yang dimulai pada tanggal 29 Januari 2020 akan melintasi 18 desa adat dengan jarak tempuh 90 km yang akan dilalui dengan berjalan kaki.

Bahkan prosesi ini akan menempuh waktu hingga empat hari tiga malam yang dimulai dari pagi hari sekitar 08.00 Wita dengan berjalan kaki dari Pura Batukau pada tanggal 29 Januari dan berakhir pada 1 Februari 2020. Iring-iringan melasti dari Pura Batukau akan menuju Pura Puseh Wongaye Gede yang kemudian simpang untuk beberapa saat.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tengkudak dan simpang di Pura Bale Agung Desa Tengkudak. Perjalanan dilanjutkan menuju Desa Penatahan dan turun menyebrangi sungai Yeh Ho, kemudian naik menuju jalan utama di Pertigaan Jegu belok kiri menuju pertigaan Buruan belok kanan menuju Desa Wanasari.

Di Desa Wanasari, Ida Betara akan simpang di Pura Bale Agung. Setelah itu, perjalanan berlanjut menuju Desa Tuakilang. Di desa ini, iring-iringan melasti akan turun ke sungai menuju Beji Tuakilang. Dari Beji ini kemudian naik ke jalan utama utara terminal kemudian menuju Pura Pesimpangan Tuakilang.

Dari pura ini perjalanan dilanjutkan menuju Pura Puseh Tabanan melalui jalan persimpangan tiga di desa ini belok ke kiri menuju Pasekan SMAN 1 Tabanan, lurus ke selatan hingga simpang LP lurus kembali ke selatan menuju Pura Puseh Tabanan kemudian mererepan (bermalam) di pura ini.

Keesokan harinya, 30 Januari 2020, sekitar pukul 05.00 Wita, perjalanan melasti dilanjutkan. Dari pura ini, Jalan Gunung Batur iring-iringan berjalan ke selatan menuju Patung Sangung Wah ke timur di Jalan Gajah Mada menuju Jalan Melati dan berbelok ke selatan di Simpang TL Grokgak menuju utara Gor Debes, kemudian berjalan ke timur.

Sesampainya di Jembatan Banjar Demung, iring-iringan kembali turun ke sungai ke Pura Beji yang kemudian simpang di Pura Desa. Usai itu, perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Kediri ke selatan, simpang tiga Kediri ke selatan, simpang patung Catur Muka ke selatan, Nyitdah ke timur, pertigaan Mengesang ke timur hingga Bale Banjar Beraban Ulun Desa ke selatan kemudian mesandekkan (beristirahat) sebentar di Pura Desa Beraban. Setelah mesandekan, perjalanan dilanjutkan menuju Tanah Lot.

“Di Tanah Lot upacara sangat besar dimulai dengan melabuh gentuh, padudusan agung, mapekelem, baru munggah ke Pura Luhur Tanah Lot. Usai prosesi itu, Ida Bethara kembali ke Pura melintasi rute yang sama,” terang I Wayan Arya, Ketua I Panitia Karya Agung Pengurip Gumi Pura Batukau.

Ditambahkannya, jika Ida Bethara memargi menuju Pura Puseh Kota Tabanan dengan melintasi jalan Beraban, lurus di Bale Banjar Ulun Desa Beraban, belok kiri menuju Nyitdah, Patung Catur Muka Nyitdah belok kanan menuju Simpang Tiga Kediri lurus ke utara, di Pertigaan Puri Kediri le kiri menuju Demung.

Melewati jembatan Demung menuju utara Gor Debes belok ke kanan menuju TL Grokgak, lurus ke utara di Jalan Mawar hingga Simpang Melati, belok ke kiri menuju Jalan Gajah Mada dan sesampai di Patung Catur Muka belok ke Utara menuju Patung Sanguh Wah. Kemudian luruh ke utara hingga Pura Puseh Tabanan, dan Ida Bethara mererep di pura ini.

Kemudian keesokan harinya, 31 Januari 2020 sekitar pukul 05.00 Wita, perjalanan dilanjutkan menuju ke Pura Batukau. Dari pura Puseh Tabanan, iring-iringan kembali berjalan menuju Jalan Gunung Agung ke utara hingga ke simpang LP ke utara menuju Pasekan, Tuakilang, Buruan, Penatahan dan simpang di Pura Bale Agung. Perjalanan dilanjutkan ke Tengkudak dan kemudian mererep di Pura Bale Agung. Setelah itu, pada keesokan harinya, 1 Feburari 2020, sekitar pukul 06.00 Wita, Ida Bethara kembali melakukan perjalanan melewati Wongaye Gede dan munggah ke Pura Luhur Batukau.

"Maka dari itu kami mohon permakluman kepada seluruh masyarakat, para pengguna jalan, umat sedharma maupun umat dari agama lain," tandasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia