Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Lima Warga NTT Dirawat di RSUD Klungkung, Ada Riwayat Digigit Anjing

26 Januari 2020, 07: 11: 23 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lima Warga NTT Dirawat di RSUD Klungkung, Ada Riwayat Digigit Anjing

BERBINCANG: Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung I Wayan Karyana berbincang dengan salah satu pasien di RSUD Klungkung (ISTIMEWA)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Lima warga Nusa Tenggara Timur (NTT) harus menjalani rawat inap di RSUD Klungkung sejak Jumat (24/1) lalu.  Kelimanya karena menderita demam tinggi. Mereka juga memiliki riwayat digigit seekor anjing rabies di tempat tinggalnya wilayah Desa Sangkanbuana, Klungkung.

Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), seorang di antaranya sempat takut cahaya lampu sebagaimana ciri-ciri umum susfect rabies. Itu terjadi ketika menjalani pemeriksaan medis di Puskesmas Klungkung I. Wajahnya sampai ditutup dengan bantal.  "Waktu di puskesmas ada bilang tidak bisa lihat cahaya lampu. Mungkin karena panasnya terlalu tingi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung I Wayan Karyana ditemui di RSUD Klungkung Sabtu (25/1) pagi. Belakangan pasien tersebut sudah tidak lagi takut cahaya. Begitu pula empat rekannya. “Komunikasi bagus, minum masih bisa, makan mau,” ungkap Karyana. Untuk memastikan penyakit pasien itu, masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. “Kalau anjingnya memang positif,” tegas Karyana. Anjing tersebut merupakan anjing peliharaan, tapi diliarkan.

Menurut Karyana, seekor anjing rabies itu sebenaranya menggigit 11 warga di wilayah Sangkanbuana. Lima orang di antaranya warga NTT. Kasus gigitan terjadi 12-15 Januari 2020. Kamis (16/1), anjing itu dinyatakan positif rabies. Petugas kesehatan langsung menyisir pemukiman warga di Sangkanbuana tempat ajing itu berkeliaran.  Penyisiran pertama, didapatkan dua orang sempat digigit. Keesokan harinya, petugas kembali ke lapangan. “Didapatkan lagi, menjadi sembilan orang. Ini semua kami berikan VAR (vaksin antirabies). Yang berisiko tinggi diberikan SAR (serum antirabies). Besoknya lagi diperdalam. Nambah lagi dari sembilan menjadi 11 orang,” beber Karyana. Pihaknya memastikan semua warga yang digigit  sudah mendapat vaksin.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia