Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Sportainment

Jadi Anggota Komding PSSI, Pasek Suardika Sebut Ladang Pengabdian Baru

26 Januari 2020, 20: 21: 32 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jadi Anggota Komding PSSI, Pasek Suardika Sebut Ladang Pengabdian Baru

Gede Pasek Suardika (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) baru saja menggelar Kongres Tahunan di Kuta, Bali, pada Sabtu (25/1). Menariknya, hasil kongres tahunan itu memunculkan satu nama tokoh Bali yang tidak asing. Yakni, Gede Pasek Suardika yang kerap disapa GPS.

GPS yang belakangan ini banyak berkecimpung di dunia politik itu masuk dalam salah satu struktur Badan Yudisial. Tepatnya, sebagai anggota Komisi Banding (Komding) yang diketuai Triana Dewi Seroja dan wakilnya Issac Marcus.

Saat dikonfirmasi pada Minggu kemarin (26/1), GPS mengaku sejatinya dia tidak ikut hadir dalam kongres tersebut. Kendati demikian, dia mengaku berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai anggota Komding yang jadi salah satu struktur Badan Yudisial di PSSI itu.

“Saya kan tidak hadir di kongres dan saya dipilih. Bagi saya itu sebuah kepercayaan. Untuk bisa dipercaya tentu bukan hal yang mudah di sektor manapun,” sebut GPS.

Menurutnya, penunjukan dirinya sebagai anggota Komding menambah deretan perjalanan karirnya di bidang organisasi. Sehingga baginya, kepercayaan dari PSSI tersebut merupakan ladang pengabdiannya yang baru.

“Ini ladang pengabdian saya yang baru. Ya saya berusaha mengabdikan integritas yang saya miliki untuk menjadi lebih baik dan bermakna di situ (Komding PSSI),” sebutnya.

Disinggung mengenai independensinya sementara dirinya juga merupakan pemilik saham di Bali United dan sponsor utama PSPS Pekanbaru, GPS kembali menyebutkan soal integritas.

“Integritas itu tidak dibangun satu atau dua hari. Sehingga integritas itu jauh di atas sekadar independen. Dalam urusan apapun. Terlebih urusan sepakbola,” tegas GPS yang belum lama ini ditunjuk juga sebagai Sekretaris Jenderal Partai Hanura ini.

Lagipula, sambung dia, saham yang dia miliki di Bali United berstatus saham publik. Kepemilikannya pun didasari keinginan untuk mendukung kemajuan sepak bola di tanah air. Karena selama ini memang belum pernah ada di Indonesia.

“Jumlahnya juga sangat kecil. Sekadar ikutan,” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia