Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Features

Putu Esa Purwita, Mahasiswa Pedagang Kopi Unik di Singaraja

27 Januari 2020, 20: 36: 03 WIB | editor : I Putu Suyatra

Putu Esa Purwita, Mahasiswa Pedagang Kopi Unik di Singaraja

VESPA: Ambil konsep motor vespa jadi tempat jualan, Kolling.aja buat tawarkan kesan baru untuk para pecinta kopi di Singaraja (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Share this      

Unik dan menarik menjadi salah satu sensasi menikmati kopi racikan Putu Esa Purwita. Selain kopi yang enak ketika diseruput, cara membuatnya juga tergolong sangat beda.

 

NYOMAN DARMA WIBAWA, Singaraja

 

TEMPAT menikmati secangkir kopi di Singaraja hampir ada disetiap sudut kota. Bahkan konsep tempat yang disediakan pun beragam dengan pernak-pernik penghias yang bisa menarik pelanggan agar datang sambil menikmati secangkir kopi.

Namun ada salah satu tempat ngopi yang ada di Jalan A. Yani Singaraja tepat 100 meter di timur SPBU memiliki konsep berbeda dengan yang lainnya dimana pemilik menyulap kendaraan vespa sebagai meja tempat meracik segelas kopi sebelum disajikan ke pelanggan. Nama pemiliknya Putu Esa Purwita 23 seorang mahasiwa akhir di salah satu universitas di Singaraja yang memiliki ide kreatif memanfaatkan motor vespa kesayangannya untuk dijadikan objek menarik angkringannya yang diberi nama Kolling Merdeka.

Esa menceritakan konsep tersebut muncul ketika dirinya dan beberapa pecinta kopi diusir secara halus saat masih menikmati secangkir kopi sambil ngobrol ringan di salah satu coffee shop karena sudah lewat dari jam tutup. Dari kejadian tersebut kemudian dirinya mencoba memikirkan konsep bagaimana caranya agar bisa membuat sebuah tempat menghabiskan malam dengan menikmati secangkir kopi tanpa harus diusir karena sudah lewat jam. Setelah beberapa bulan berpikir sambil berkeliling mencari jenis kopi yang kualitasnya bagus namun harga terjangkau untuk dijual kembali. Idenya membuat usaha muncul begitu dirinya duduk di depan teras kontrakan duduk sambil menikmati secangkir kopi. Tak hanya itu dalam pikirannya juga terbesik agar bisa menciptakan hal baru serta mendapat tempat berjualan yang strategis dan sesuai target pasar yang dituju. Seolah jalannya sudah ditakdirkan untuk memiliki usaha kecil-kecilan yang bisa mengurangi beban orang tuanya membiayai kuliah dan menambah uang saku. Ada seorang pemilik salah satu minimarket ternama yang mau memberikan secara cuma-cuma tempat untuk berjualan akan tetapi tempat tersebut bisa digunakan ketika minimarket sudah tutup sekitar pukul 22.00 wita. Hal itu tidak disia-siakan oleh mahasiswa asal Sulawesi selatan tersebut dengan kenekatan kemudian setiap pukul 23.00 dirinya membuka lapaknya hingga para pelanggan mulai selesai dan pulang, “Awalnya dari ngopi disalah satu coffe shop yang kemudian diusir secara halus karena sudah mau tutup, setelah itu saya berpikir kenapa tidak coba bikin sendiri biar bisa menikmati secangkir kopi tanpa batasan waktu, nah kemudian munculah Kolling Merdeka yang saya,  buka setiap hari pukul 23.00 wita setelah minimarket tempat saya jualan ditutup ” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Selain itu esa melanjutkan bahwa untuk memenuhi keinginan dan kepuasan pelanggan dirinya juga menerima panggilan khusus di seputaran kota melalui telephone dari pukul 11.00 wita hingga 20.00 wita. Spesial untuk pesanan tersebut pelanggan bisa menyaksikan proses meracik minumannya secara langsung ditempat pelanggan menunggu kedatangan Kolling Merdeka. Bahkan sambil menunggu pesanan jadi para pelanggan juga bisa mengedukasi diri dengan membaca beberapa buku yang disediakan juga oleh owner yang dibawa setiap kali berjualan.

Untuk masalah harga pelanggan cukup membawa uang Rp 20 ribu rupiah sudah bisa memilih dua jenis kopi yang dijamin bisa membuat mata melek dan fokus saat bergadang maupun saat melaksanakan pekerjaan. Menu yang disediakan juga bervariatif mulai dari Coffee jenis V60, Vietnamdrip, French Press dengan harga masing-masing Rp 8 ribu dan Tradisional Kolling dengan harga Rp 5 ribu secangkir kopi sudah bisa dinikmati.

Untuk menu non coffee ada Milkshake, squash dengan varian rasa strawberry, leci, vanilla, melon, dan manga dengan harga masing-masing Rp 8 ribu. Sementara itu ada juga joss cucu, jeruk nipis, dan tea dengan harga masing-masing 5 ribu, “Jadi bagi teman-teman yang ingin menikmati menu di Kolling Merdeka juga bisa via telephone tapi dari pukul 11.00 wita sampai 20.00 wita saya siap melayani dan membuat ditempat, kemudian agar pelanggan kami tidak bosan menunggu saya juga sediakan buku-buku yang bisa dibaca untuk menambah pengetahuan”, tutupnya.

(bx/dar/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia