Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Putri Raja Arab Saudi, Tertipu Beli Vila di Bali Rp 512 Miliar

29 Januari 2020, 06: 58: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Putri Raja Arab Saudi, Tertipu Beli Vila di Bali Rp 512 Miliar

Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Putri Kerajaan Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud menjadi korban penipuan jual beli vila di Bali. Tersangka berinisial EMC alias EAH alias Evie diduga telah merugikan Lolowah senilai Rp 512 miliar.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan, dugaan penipuan itu berlangsung pada 27 April 2011 hingga 16 September 2018. Dalam rentang waktu tersebut, Lolowah mengirimkan uang sebesar USD 36 juta atau sekitar Rp 505 miliar kepada Evie. Uang tersebut ditujukan untuk investasi pembelian tanah dan pembangunan Villa Kama Amrita Tedja di Jalan Pura Dalem, Banjar Salam, Gianyar, Bali. ”Pengiriman uang dilakukan bertahap,” tuturnya.

Namun, hingga 2018, ternyata pembangunan vila tersebut belum selesai. Bahkan, setelah dilakukan penilaian bangunan oleh Kantor Jasa Penilaian Publik Ni Made Tjandra Kasih, diketahui bahwa nilai bangunan tidak sesuai dengan kesepakatan. ”Kondisi fisiknya tidak sesuai,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya Selasa (28/1).

            Dalam kesepakatan jual beli itu juga disebutkan bahwa tanah dan villa akan dibalik nama ke perusahaan PT Eastern Kayan. Namun, hingga 2019 ini aset tersebut belum juga dibalik nama ke perusahaan tersebut. ”Vila masih atas nama Evie,” ujarnya.

            Tak hanya soal vila, Evie juga menipu Lolowah dalam jual beli tanah seluas 1.600 meter persegi. Tanah tersebut terletak di Jalan Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali. Pelaku menawarkan lahan tersebut seolah-olah sedang dijual. ”Padahal, tanah itu tidak dijual oleh pemiliknya,” urainya.

            Uang yang dikirimkan Lolowah senilai USD 500 ribu ke Evie. Dengan begitu total kerugian penipuan tersebut mencapai sekitar Rp 512 miliar. Sambo menjelaskan bahwa Evie telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut. ”Kasus ini dilaporkan kuasa hukum Lolowah pada Mei 2019,” terangnya.

            Sesuai dengan laporan tersebut, tersangka dijerat dengan tindak pidana penipuan atau penggelapan sesuai dengan pasal 378 KUHP dan pasal 372 KUHP serta pasal 3 dan Pasal 4 undang- undang nomor 8/2010 tentang pemberantasan tindak pidana pencucian uang. ”Kasus ini masih proses ya,” paparnya.

Siapa Lolowah? Dirangkum dari berbagai sumber, Princess Lolowah merupakan putri dari Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud. Princess Lolowah yang lahir tahun 1948 merupakan putri Raja Faisal dari istri keduanya, Effat Al-Thunayan. Kini usianya sudah 72 tahun.

Dikutip dari laman Universitas Zayed, Uni Emirat Arab, Princess Lolowah dikenal aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, dari pendidikan wanita hingga soal isu kesejahteraan. Dia menempuh pendidikan SMA-nya di Switzerland Finishing School. Princess Lolowah kemudian membantu ibunya, Ratu Effat dalam mengawasi Sekolah Dar Al-Hanan, Sekolah Menengah Swasta Pertama untuk Anak Perempuan di Kerajaan, Jeddah, Kerajaan Arab Saudi.

Kerajaan Saudi kemudian mendirikan Universitas Effat. Dilihat dari halaman resmi kampus itu, Princess Lolowah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pendiri & Dewan Pembina Universitas Effat.

Princess Lolowah juga aktif dalam pendidikan wanita. Pada tahun 1991, dia memimpin “Komite Dukungan Wanita dan Keluarga” selama Perang Teluk pertama.

Sejak 1994 dia menjabat sebagai Presiden dan Ketua Dewan Pembina Al-Maharat, Pusat Pengembangan Kognitif dan Keterampilan, Jeddah. Dia juga merupakan anggota Komite Perdagangan Internasional yang merupakan bagian dari Kamar Dagang dan Industri Saudi. Princess Lolowah juga berpartisipasi sebagai pembicara dan ketua bersama di Dewan 100 pemimpin dan masih menjadi anggota Forum Ekonomi Dunia. Dia juga pernah menerima gelar kehormatan Doctor of Humane Letters, honoris causa atas kerja kerasnya untuk memajukan kedudukan wanita di Kerajaan Arab Saudi dari Mount Holyoke College pada 24 Mei 2009.

Dia juga merupakan orang yang mendorong agar perempuan diperbolehkan lagi untuk mengemudi di Arab. Karena, seperti diketahui, Arab Saudi sebelumnya memang melarang perempuan untuk menyetir lantaran dinilai rentan. Pelarangan ini dibuat pada tahun 1990 melalui fatwa Dewan Senior Ulama Negara. Namun berkat jasa Princess Lolowah, larangan ini tak berlaku lagi. (idr/oni)

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia