Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Features

KREATIF, Siswa SMKN 1 Mas Sulap Limbah Plastik Jadi Sofa

01 Februari 2020, 13: 01: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

KREATIF, Siswa SMKN 1 Mas Sulap Limbah Plastik Jadi Sofa

BOTOL : Pemanfaatan botol plastik untuk pembuatan sofa dan produk kreatif lainnya oleh siswa SMK Negeri 1 Mas, Ubud, Jumat (31/1). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

Limbah plastik yang sangat susah terurai oleh tanah kini disulap oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mas, Ubud. Mereka memanfaatkan limbah plastik menjadi barang yang lebih bermanfaat.

PUTU AGUS ADEGRANTIKA, Gianyar  

LANGKAH kreatif siswa mengolah plastik mulai dijadikan sebuah sofa, meja, hingga tas belanja. Setelah selesai, produk tersebut biasanya dijual dan dijadikan pameran saat ajang event tertentu di Gianyar.

Guru Mata Pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Produktif Akuntansi, sekolah setempat, Ni Putu Erna Surim Virnayanthi, SE. M.Pd  pemanfaatan limbah plastik tersebut memang dilakukan dengan sengaja. Dipilihnya bahan dari limbah plastik mengingat pemerintahan saat ini tengah gencar mengurangi penggunaan plastik. “Sesuai mata pelajaran memang kami ada pembuatan produk kreatif dari bahan limbah plastik. Mulai dari plastik habis pakai, botol bekas dan plastik pembungkus kopi,” jelasnya, Kamis (31/1).

Erna juga meyampaikan, mulai dari sekolah sangat efektif untuk mendidik dan melatih generasi muda untuk menyadarkan menjaga lingkungan dari bahaya plastik. Terlebih dapat mendukung program pemerintah saat ini yang mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Maka para siswanya yang mendapatkan mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Produktif Akuntansi diarahkan membuat sebuah produk dari limbah plastik.

“Mulai dari sini kami bisa menumbuhkan kreatifitas anak-anak, untuk menyulap limbah plastik  menjadi barang yang bermanfaat.  Salah satunya adalah sofa yang menggunakan botol minuman plastik. Khusus pembuatan sofa, kemarin kami buatnya pas liburan yang menghabiskan 80 sampai ratusan botol,” paparnya.

Selain sofa, Erna juga mengaku terdapat produk kreatif lainnya yang diciptakan oleh anak didiknya, Mulai dari meja, hingga tas belanja yang berbahan pembungkus kopi. Selain untuk dijual bagi pemesan, selanjutnya produk yang telah jadi kerap digunakan untuk pameran di sebuah event, salah satunya saat hari jadi Kota Gianyar.

“Untuk mata pelajarannya semua kelas dapat, dari kelas X hingga kelas XII. Tetapi yang kelas XII sudah kami arahkan ke perencanaan penjualan secara online. Dalam seminggu itu total terdapat enam jam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, Produktif Akuntansi untuk praktek dan dua jam teori,” imbuh Erna.

Pada tempat yang sama, salah satu siswa Ni Putu Eka Noviyantari mengaku untuk penggarapan produk sofa, ia membutuhkan tenaga 36 orang. Sedangkan prosesnya dari pengumpulan bahan plastik memerlukan kurang lebih satu bulan, dan perakitan selama satu minggu. “Untuk proses pembuatan sofa kami kelas XII Akuntansi 1 memerlukan waktu 1 minggu perakitan,” ungkap siswi yang selaku ketua kelas tersebut.

Disinggung dengan kesulitan, Novi menyampaikan pada perakitan botol dengan botol yang lainnya agar seimbang dan kuat. “Untuk perekatnya kami gunakan lakban bening untuk sofa. Selain sofa juga ada, yaitu dari kelas XII Akuntansi 2 membuat meja, dan kelas XII Akuntansi 3 membuat kursi, semuanya menggunakan bahan limbah plastik,” imbuh siswi berparas ayu tersebut.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia