Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Kolaborasi Unik, Erick, Pohon Tua, dan Made Bayak Garap Hyena

05 Februari 2020, 19: 20: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kolaborasi Unik, Erick, Pohon Tua, dan Made Bayak Garap Hyena

HYENA : Tiga seniman, Erick, Pohon Tua, dan Made Bayak berkolaborasi menggarap lagu 'Hyena', sosok binatang pemburu yang oportunis. (ISTIMEWA)

Share this      

Di Mesir kuno, tak jarang spesies Hyena didokumentasikan, digemukkan, dan dimakan. Dan, pada gilirannya manusia memiliki kesempatan untuk menjadi makanan bagi Hyena. Namun, bagaimana dengan musisi Dadang SH Pranoto soal Hyena?

DI BENAK  seorang musikus Dadang SH Pranoto alias Pohon Tua, Hyena bisa menjadi inspirasi tersendiri yang menghasilkan lagu. Ya, Hyena si hewan pemburu yang terampil, tetapi juga pemulung oportunistik yang bisa mengonsumsi hewan dari berbagai jenis dan ukuran, juga bangkai, tulang, dan kotoran hewan lain ini, justru memancing Pohon Tua dan Ulan Sabit untuk membuat lirik lagu bertajuk ‘Hyena’ dan musiknya digarap apik oleh Dialog Dini Hari.
Tentu imajinasi dari tafsir lagu tersebut akan lengkap sepenuhnya dengan adanya visual, yang boleh jadi, justru mengembangkan imajinasi-imajinasi yang dibangun di benak sang pendengar. Erick EST, seorang sutradara yang telah menyabet piala pemenang di kancah film International ini pun digandeng oleh Pohon Tua untuk membuat konsep visual ini. Erick Est menyambut baik tawaran itu. “Karya ini akan dibuat surealist, dengan teknik green screen sebagai media yang sengaja dibuat untuk berkolaborasi dengan cat lukis dan pelukisnya, dan juga sekaligus musisinya,” ujar Erick EST kepada Bali Express (Jawa Pos Group) saat sesi syuting, Senin (3/2/).
Dalam kesempatan tersebut, Erick menuturkan bagaimana persiapan yang harus dilakukan untuk memenuhi semua konsep di kepalanya. “Perpaduan ini saya hanya lakukan dalam sekali pengambilan gambar saja, sehingga perpaduan hasil abstrak dan natural bisa didapatkan dengan kecepatan kamera per sekian detik,” imbuhnya.
Sementara itu, Pohon Tua sebagai seniman utama dalam pembuatan film ini pun tak tanggung-tanggung menggaet Made Bayak, seorang pelukis ternama yang telah banyak mengharumkan nama Bali di kancah internasional. Ia menjelaskan bahwa Made Bayak bermain dengan warna catnya untuk membuat sebuah warna yang akan disiram di tubuhnya. Bisa dikatakan, lanjut Pohon Tua, hal tersebut bisa diasosiasikan dengan sifat dari Hyena dalam artian surealist.
Tak sebatas itu, banyak hal yang menarik lagi dari syuting video klip ini. Pohon Tua yang biasanya bernyanyi dengan vokal yang membuai, pada video klip ini, diharuskan untuk menari. “Seumur-umur saya tidak pernah menari seperti ini. Begitu sekali menari, langsung jadi video klip.” aku Pohon Tua.

(bx/vir/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia