Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Sunday Reggae Santay, Bangkitkan Gairah Musik Reggae

06 Februari 2020, 18: 46: 39 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sunday Reggae Santay, Bangkitkan Gairah Musik Reggae

BANGKIT : Bali Reggaeneration yang vakum cukup lama bangkit lagi, digandeng Antida SoundGarden persembahkan acara menarik bertajuk ‘Sunday Reggae Santay'. (ISTIMEWA)

Share this      

Antida SoundGarden dan Bali Reggeaneration mempersembahkan acara menarik bertajuk ‘Sunday Reggae Santay',  Minggu malam  (02/02) di halaman rumah Antida SoundGarden, Kesiman, Denpasar.
Event yang dimeriahkan  sepuluh band reggae Bali yang konsisten menapakkan kakinya di ranah musik bergenre reggae ini, disambut hangat pecinta musik di Denpasar.
Setelah sempat vakum tiga tahun lamanya, kini Bali Reggaeneration kembali bangkit dan menunjukkan 'taringnya' di panggung Antida SoundGarden.
Acara yang dimulai pukul 17.00 Wita ini berlangsung semarak, di mana masing masing grup beraksi selama 30 menit.
Kesepuluh band terlibat adalah Lubak Q_ul yang merupakan band pendatang baru reggae, Sandi Lazuardi yang dikenal sebagai pemain saxophone dari band Double T, tetapi saat ini menampikan bandnya sendiri. Selanjutnya  Soullast yang terdiri dari orang-orang yang telah lama  berkecimpung di panggung reggae Bali. Kemudian ada The Gunturs, band yang sudah tidak asing lagi di telinga para pendengar reggae.
Kemudian ada juga Revelation, band raggae yang pemain dasarnya bergenre rock. Ikut juga  Rasta Flute,  band yang mempunyai ciri khas  menggunakan instrumen suling.  Karniforasta yang terdiri dari musisi-musisi muda yang sangat mencintai reggae, juga tampil. Lalu ada Vermilion yang terdiri dari anak-anak muda yang bertalenta di musik raggae dan  band yang bernama Upah Hidup.
Acara ‘Sunday Reggae Santay' menjadi semakin menarik dan mengundang banyak penonton, kerena ada ‘Mysteri Guest'. Tamu misterius yang dimaksudkan adalah Small Axe dan Joni Agung. Tentu saja, ketika mendengar nama Joni Agung, anak-anak muda yang datang dengan mengenakan celana pendek dan kaos kaki tinggi sebetis ini, ikut bergoyang mengikuti irama reggae.
Melalui Joni Agung, mereka melihat kiblat musik reggae Tanah Air, dan tak hanya sebatas itu. Mereka percaya bahwa reggae mempunyai filosofi, bukan sekadar hiburan, tetapi ada ide di baliknya, ada juga cara hidup di balik musiknya, yang tentu merupakan cara hidup positif dan progresif ke arah yang lebih baik.
Ketua Bali Reggeaneration, Made Mayun menuturkan, melalui event tersebut pihaknya berharap bisa memunculkan generasi-generasi baru di skena musik reggae. “Harapan ke depannya adalah memunculkan terus regenerasi musik reggae di Bali, agar musik reggae di Bali dapat menjaga eksistensinya.” ujar Made Mayun saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) di sela kegiatan tersebut.
Dalam perjalanannya, Bali Reggaeneration memang seringkali didukung  banyak pihak. Sehingga untuk berjejaring memberikan  hiburan dalam balutan kebersamaan musik reggae,  bisa teorganisir  “Semasih ada peluang dengan pihak manapun yang dapat diajak bekerjasama dengan Bali Reggaeneration yang saat ini memang masih dalam finansial nol, tentu membuat kami semangat. Hal ini tentu membuka ruang yang lebih besar dalam menjaring musisi-musisi reggae Bali muda.” tutupnya.

(bx/vir/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia