Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bisnis

Target Naik, Mesin e-Parkir di Tabanan Banyak Tak Berfungsi

09 Februari 2020, 08: 41: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Target Naik, Mesin e-Parkir di Tabanan Banyak Tak Berfungsi

MACET : Salah satu mesin e-parkir yang macet saat digunakan di areal parkir Pasar Tabanan, Jumat (7/2). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Target pajak parkir Kabupaten Tabanan di tahun 2020 naik menjadi Rp 111 Juta lebih, dimana di tahun 2019 targetnya hanya Rp 50 Juta. Sedangkan retribusi parkir tepi jalan umum naik menjadi Rp 7 Miliar dari yang sebelumnya Rp 5,5 Miliar dengan target Rp 585 Juta tiap bulannya.

Atas kondisi tersebut Pansus VI DPRD Tabanan pun meminta pihak eksekutif khususnya OPD bersangkutan untuk dapat mengoptimalkan kinerja sehingga target tersebut bisa tercapai. Sayangnya

sejumlah mesin parkir elektronik (e-parkir) malah tidak berfungsi.

Padahal mesin e-parkir yang didatangkan dari Swedia dengan hargamencapai Rp 122,5 Juta per unitnya itu diharapkan dapat mendongkrak retribusi parkir tepi jalan umum karena menerapkan sistem progresif dan meminimalisir kebocoran.

Pantauan di lapangan, sejumlah mesin e-parkir yang ada di areal parkir Pasar Tabanan nampak mati, ada pula yang hidup namun error. Diantaranya mesin e-parkir nomor 002 yang tidak bisa mengeluarkan struk, dilayar tidak muncul gambar, akinya pun sering kali bermasalah. Begitu pun mesin nomor 010 juga macet saat ditekan. "Yang nomor 002 ini dilayar tidak muncul gambar, jadi struknya tidak bisa keluar dan aki sering bermasalah. Tapi ada juga bisa digunakan," ujar salah seorang tukang parkir yang enggan disebutkan.

Terkait hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama mengatakan bahwa mesin e-parkir yang ada di on street pasar sentral Tabanan sudah termonitor oleh pihaknya. Menurutnya kerusakan terjadi pada sensornya dan saat ini sedang menunggu alat dari Malaysia. "Kalau yang dimaksud on street pasar sentral sidaj termonitor, sensornya bermasalah dam sedang menunggu alat dari Malaysia," ujarnya.

Kendatipun sejumlah mesin e-parkir mati, namun kata dia retribusi parkir tetap masuk, hanya saja progresif agak terganggu. "Pintu keluar tetap berfungsi, retribusi parkir tetap masuk, tapi progresifnya yang agak terganggu," imbuhnya.

Saat ditanya apakah target retribusi parkir di bulan Januari 2020 sebesar Rp 585 Juta lebih tercapai? Darma Utama mengatakan jika memang belum tercapai. Hanya saja dirinya mengatakan sedang tidak memegang data sehingga belum bisa menyampaikan capaian retribusi parkir tepi jalan umum untuk bulan Januari 2020. "Saya tidak dalam posisi pegang data, tapi bulan Januari memang belum tercapai, jadi saya masih harus kerja keras," tandasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia