Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Tolak Kembalinya Eks Kombatan ISIS

10 Februari 2020, 18: 08: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Tolak Kembalinya Eks Kombatan ISIS

Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ketika Menteri Agama Fachrul Razi melempar wacana terkait 600 WNI eks kombatan ISIS akan dipulangkan dalam waktu dekat, perdebatan mengenai diterima atau tidak diterimanya WNI eks ISIS ke Indonesia kembali panas.

Menurut Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles pemerintah mesti tegas, bahkan mestinya menganggap mereka adalah bukan lagi WNI. Apalagi banyak video beredar, mereka membakar passport Indonesia. Mereka sudah memastikan jika bergabung menjadi kombatan ISIS, dengan janji-janji manis yang mereka harapkan.

“Beredar video bahwa mereka membakar posport Indonesia, larangan jelas sudah ada untuk gabung ke ISIS, namun tetap itu terjadi. Semestinya negara memastikan mereka bukan lagi WNI,” tegas Pak Oles.

Bagi Pak Oles, apalagi Bali jelas ingin negeri ini lebih aman dari ancaman-ancaman radikalisme dan terorisme. Karena Bali sudah merasakan pendihnya, bagaimana menjadi korban Bom Bali I dan Bom Bali II, termasuk ancaman-ancaman terorisme yang tak pernah reda.

“Bali merasakan pedih. Bali merasakan sakitnya ketika malah menjadi sasaran bom, membuat Bali benar-benar terpuruk ular teroris,” ujar mantan calon Wakil Gubernur Bali ini.

Bagi Ketua Bapilu DPD Demokrat ini, negeri ini tidak akan bisa mengawasi aktivitas mereka di Indonesia. Jangankan 600 eks ISIS masuk Indonesia, untuk mengawasi mantan terpidana bom yang sudah bebas saja sulit setengah mati, karena mereka bisa tiba-tiba akan kambuh lagi untuk melakukan aksi yang sama. Yaitu melakukan aksi bomnya.

“Negeri ini akan sangat berat nantinya mengawasi mereka. Apa benar sembuh dari gerakan radikal. Apakah mereka setelah sembuh akan kambuh lagi atau sembuh total,” sebut politisi asal Bengkel, Buleleng ini.

“Ini bahaya, jangankan 600 eks ISIS, untuk mengawasi bekas pelaku bom yang sudah selesai menjalani tahanan saja sulit. Apalagi banyak yang terbukti setelah bebas malah membangun jaringan teroris lagi,” kata salah satu pengusaha sukses Bali ini.

Dengan kondisi ini, langkah pemerintah mesti tegas. Untuk menolak mereka masuk negeri ini, pastikan bahwa mereka tidak masuk Indonesia. Apalagi status WNI-nya juga sudah tidak jelas. Langkah ini mesti dikuatkan dengan sikap tegas dari Presiden Jokowi, untuk memastikan mereka tidak masuk Indonesia.

“Mereka pergi dari Indonesia dengan cara yang sangat menyakitkan, yaitu menjelek-jelekan Indonesia. Angan-angan mereka besar, sekarang malah ingin balik, dengan latarbelakang hidup biasa kejam saat bersama ISIS,” imbuh mantan Ketua Hanura Bali ini.

Dengan kondisi ini, mantan anggota DPRD Bali ini berharap agar seluruh jajaran pemerintah bahkan Bali mestinya bersikap untuk menolak. “Bahkan Bali mestinya bersikap, ikut menolak dan menyampaikan sikap penolakan terhadap rencana pemulangan eks kombatan ISIS,” pungkas alumnus Faculty of Agriculture Universitas of The Ryukyus Jepang ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia