Sabtu, 04 Apr 2020
baliexpress
Home > Kolom
icon featured
Kolom

Computer Vision Syndrome; Ini Rekomendasinya

Oleh: Putu Anindya Agrasidi*

10 Februari 2020, 18: 14: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Computer Vision Syndrome; Ini Rekomendasinya

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

DI era digital ini, sebagian besar waktu kita habiskan di depan layar komputer, termasuk laptop, note, handphone. Baik pada saat bekerja, maupun bersantai. Dari waktu ke waktu, durasi penggunaannya pun semakin meningkat, akibat semakin ketergantungannya terhadap perangkat digital ini. Tanpa disadari, hal ini menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama rasa ketidaknyamanan pada mata.

Survey yang dilakukan di US menyatakan, sebanyak 14 persen pasien mata mengeluhkan permasalahan pengelihatan yang berkaitan dengan pekerjaan komputer. Keluhan yang paling sering muncul adalah eyestrain (mata lelah), mata merah, sensasi terbakar, pengeluaran air mata, mata kering, nyeri kepala, pandangan buram, serta nyeri leher dan pundak. Kumpulan gejala gangguan mata dan pengelihatan yang berhubungan dengan penggunaan komputer ini disebut dengan Computer Vision Syndrome (CVS) atau Digital Eye Strain.

Beberapa orang hanya mengalami gejala tersebut untuk sementara waktu, dan akan menghilang ketika menghentikan pekerjaannya dengan komputer. Namun, sebagian orang merasakan keluhan yang menetap. Jika gejala ini dibiarkan, maka akan semakin memperburuk gejala dan pengunaan komputer di masa depan. Maka dari itu, beberapa hal yang direkomendasikan untuk yang sebaiknya diaplikasikan untuk menurunkan permasalahan tersebut, yaitu:

•        Pencahayaan ruangan harus ditingkatkan, karena cahaya layar yang lebih terang daripada cahaya di sekitarnya menyebabkan kelelahan mata.

•        Posisi layar komputer diatur dengan menghindari silau dan menurunkan refleksi dari jendela atau lampu. Naikkan kontras. Posisi mata tehadap layar disarankan sedikit mengarah ke bawah, yang paling ideal dengan posisi 10-15cm di bawah tatapan yang lurus. Posisi yang lebih rendah ini akan menhurangi paparan mata dengan udara dan mengurangi penguapan air mata.

•        Jarak antara mata dan layar sebaiknya antara 50-63cm, hampir setara dengan panjang lengan tangan orang dewasa. Dan dianjurkan pula untuk memperbesar ukuran tulisan.

•        Mata harus diistirahatkan. Aturan 20-20-20 dapat digunakan untuk meringankan dan mencegah timbulnya gejala. Maksudnya adalah mengistirahatkan mata secara teratur setiap 20 menit dengan melihat sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Atau paling sedikit, istirahatkan mata selama 15 menit setelah 2 jam penggunaan komputer yang berlanjut sesuai yang dianjurkan American Optometric Association.

•        Tingkatkan frekuensi kedipan mata, karena dapat membantu melembabkan mata dan mencegah kekeringan serta iritasi mata. Jumlah kedipan mata normal sekitar 14 kali per menit, namun pada saat fokus dengan komputer menyebabkan penurunan frekuensi kedipan matan sebanyak 30-50 persen.

•        Penggunaan kacamata lebih dianjurkan, daripada menggunakan lensa kontak pada saat bekerja dengan komputer untuk meringankan mata dari mata kering akibat lensa kontak dan sindroma pengelihatan komputer ini sendiri. Gunakanlah kacamata dengan filter, serta gunakan filter atau coating blue-violet light pada layar komputer. (*)

(bx/wid/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news