Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Golkar Buka Peluang untuk Selly Mantra dan Rai Iswara dalam Pilwali

10 Februari 2020, 18: 26: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Golkar Buka Peluang untuk Selly Mantra dan Rai Iswara dalam Pilwali

Ida Ayu Selly Fajarini Mantra (kiri) (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Golkar Denpasar baru saja menuntaskan proses penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota. Dua nama sudah resmi mendaftarkan diri sebagai calon wali kota melalui partai ini. Anak Agung Ngurah Manik Danendra dan Anak Agung Ngurah Agung.

Meski penjaringan sudah tuntas dan kini tinggal menunggu survei yang dilakukan DPP, bukan berarti Golkar Denpasar diam begitu saja. Upaya untuk menambah jumlah bakal calon yang berpotensi menjanjikan kemenangan saat pilkada nanti tetap dilakukan.

Gerilya politik Golkar Denpasar jalan terus. Pendekatan ke sejumlah tokoh di luar partai politik tetap jalan. Dua nama bahkan jadi target untuk digaet. Dua nama itu bukan orang asing pula di Denpasar.

Dua orang itu yakni Ida Ayu Selly Fajarini Mantra, istri Wali Kota Denpasar yang masih aktif, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Terus yang kedua, Anak Agung Ngurah Rai Iswara, tokoh birokrasi di Pemkot Denpasar yang saat ini menempati posisi sebagai Sekda Kota Denpasar.

Dua nama ini, kerap pula disebut-sebut di lingkaran Golkar Denpasar. Meskipun dalam proses penjaringan selama satu bulan, dari awal sampai akhir Januari 2020, keduanya tidak ada yang ambil fomulir pendaftaran. Apalagi mengembalikan formulir. Tanda keseriusan untuk ikut tarung dalam pilkada nanti.

Dalam beberapa kesempatan, Ketua DPD II Golkar Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, sempat menyebut-nyebut nama kedua figur tersebut. Secara tersirat, pihaknya berharap satu di antara mereka, atau keduanya ikut mendaftarkan diri dalam penjaringan di Golkar.

Soal itu, Mariyana yang dikonfirmasi kemarin, Senin (10/2), tidak memungkiri soal harapan tersebut. Bahwa, kedua figur itu diharapkan bisa ikut serta di tarung pilkada. Sehingga Denpasar belangsung dinamis, kompetitif, dan masyarakat memiliki pilihan untuk menentukan calon pemimpinnya.

Apalagi, sambung dia, bila nantinya kedua figur tersebut bersedia maju dengan menggunakan Golkar sebagai kendaraan politiknya. Tentu dengan partai lainnya yang bersedia berkoalisi dengan Golkar.

“Sebagai politisi, saya melihatnya dari sudut pandang politik. Sekalipun dalam kesempatan ini tidak ada (di antara keduanya) mengutarakan keinginan untuk maju,” sebut Wandira.

Memang sudah sempat komunikasi dengan keduanya? Ditanya seperti itu, Wandira tidak menjawab secara gamblang. Dia hanya menyebutkan hitung-hitungan politiknya. Bahwa di jajaran eksekutif pemerintahan Denpasar, Pemkot Denpasar, saat ini ada tiga poros kekuatan.

Tiga kekuatan itu, terpusat pada Wali Kota, Rai Mantra yang istrinya sedang diincar Golkar. Kemudian, Wakil Wali Kota Denpasar yang berpeluang besar mendapatkan rekomendasi dari induk partainya, PDIP. Serta pimpinan birokrasi tertinggi di Pemkot Denpasar, Sekda Rai Iswara.

“Saya berharap, yang satu (Rai Mantra) dan tiga itu (Rai Iswara) bergabung. Bersedia menggunakan potensinya. Karena potensi itu ada,” tukasnya.

Apa ini tidak kontraproduktif dengan mekanisme penjaringan di internal Golkar yang sudah jalan? Saat disanggah, politisi muda yang lumayan jam terbangnya ini, menyebutkan bahwa sejak awal, pihaknya menegaskan bahwa Golkar merupakan partai terbuka. Punya mekanisme sendiri. Survei menjadi tolak ukur untuk menentukan siapa yang layak dijagokan saat pilkada nanti. Dan hasil survei itupun akan disimulasikan juga untuk menempatkan orang pada posisi yang tepat.

Sebagai partai, sambungnya, tentu harapan akhirnya adalah menang dalam pilkada. Sehingga selagi proses sedang berjalan, tidak salah bagi pihaknya untuk membuat planning A atau B. Artinya, ketika hasil survei nantinya tidak menjanjikan kemenangan, plan B yang akan dijalankan.

“Bila nantinya mekanisme yang berlaku (survei) ternyata tidak memberikan kans menang, tentu ada kebijakan khusus nantinya. Ada treatment khusus,” tegasnya.

Itu sebabnya, lanjut Wandira, saat proses penjaringan, pihaknya menegaskan kepada peserta untuk langsung bergerak. Menyebarluaskan pencalonan dan visi misi dari figur yang didukung.

“Untuk meningkatkan elektabilitas. Sehingga bisa bersaing dengan mereka yang tidak masuk dalam proses pendaftaran,” imbuhnya seraya berharap Pilkada Denpasar benar-benar berlangsung secara kompetitif.

Proses penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota di internal Golkar Denpasar sudah rampung pada akhir Januari 2020 lalu. Dua orang nama sudah resmi mendaftar. Bahkan, hasil penjaringan itu sudah disampaikan ke DPD I Golkar Bali untuk diteruskan ke DPP.

Nama-nama itulah yang nantinya akan dimasukkan ke dalam survei yang dilakukan lembaga survei resmi. Di luar yang mendaftar itu, survei juga akan memantau tingkat elektabilitas tokoh lainnya. Baik dari kalangan partai maupun independen.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia