Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Nenek Misterius Kerap Muncul di Pura Semer Gantung Angantaka

10 Februari 2020, 19: 05: 52 WIB | editor : I Putu Suyatra

Nenek Misterius Kerap Muncul di Pura Semer Gantung Angantaka

SOSOK : Ida Bagus Nyoman Parsa menunjukkan patung yang sosoknya merupakan rencang Pura Semer Gantung. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Sosok Ratu Niang tak asing bagi warga sekitar Pura Semer Gantung karena kerap menampakkan wujudnya. Bagaimana kisah misteri sosok nenek di sumber mata air di Banjar Desa, Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, Bali ini?

Setiap pura punya kisah misteri dan keunikan sendiri, seperti juga Pura Semer Gantung di Banjar Desa, Desa Angantaka, Abiansemal, Badung. Lokasi pura ini cukup jauh dari jalan umum. Akses ke pura hanya bisa dilalui  sepeda motor. Bila ingin berkunjung atau nangkil, cukup dengan menanyakan lokasi Banjar Desa pada warga sekitar Desa Angantaka. Warga Angantaka
akan memberi tahu untuk menuju Jalan Taman Magendra. Kalau mau bertemu Pangayom pura ini, maka lebih mudah lagi, cukup mencari Ida Bagus Nyoman Parsa yang dikenal sebagi undagi Bade terkenal di Desa Angantaka.


Bali Express (Jawa Pos Group) yang menemui pria 73-tahun itu pertengahan pekan kemarin
di rumahnya, terlihat sibuk memperhatikan kegiatan pembuan bade. Diakuinya, Pura Semer Gantung tidak memiliki pemangku. Ketika piodalan saat Buda Cemeng Klawu, piodalan dipuput oleh Ida Peranda yang juga saudara dari Ida Bagus Nyoman Parsa. Pura yang diempon keluarganya itu adalah pura yang berdiri setelah kakek buyutnya bermeditasi. Sumber mata air dahulunya berada di timur sebuah sungai kecil. Namun, akibat perubahan alur sungai, kini Pura Semer Gantung berada di sebelah barat sungai.


“Dari awal sungai mengalir ke sawah sebelah timur pura. Lama-kelamaan semua mengalir ke sana semua, sedangkan aliran sungai di awal itu tanah mengendap. Endapan tanah tersebut tingginya malah jadi sama dengan daratan. Jadilah pura sekarang berlokasi di timur sungai,” paparnya.

Ida Nyoman Bagus Parsa menambahkan, awal sebelum ada pura hanya ada sebuah mata air. Hingga suatu ketika kakek buyutnya bermeditasi di sana, sebab Ratu Niang berstana di sumber mata air itu. Sang kakek buyut bermeditasi demi mendapatkan anak laki-laki. Hal ini dilakukan, sebab kakek buyutnya sudah punya lima istri dan hanya memiliki anak perempuan. “Dari hasil meditasi itu akhirnya diberkati satu anak laki-laki,” ujarnya.


Setelah permohonannya terkabulkan, maka dibangunlah sebuah palingih di sumber mata air tersebut oleh kakek buyut Ida Nyoman Bagus Parsa. Dari masa itulah perubahan sungai dan lainnya, dan lama kelamaan palinggih mulai rusak hingga tersisa gumukya (gubdukan tanah) setinggi pinggang orang dewasa. “Kalau tidak salah, tahun 1979 saya mendapat mimpi ada seornag nenek datang ke saya. Dia berkata kalau rumah nenek rusak, dan mempertanyakan kenapa tidak diperhatikan. Saya tidak langsung tahu bahwa yang dimaksud  itu adalah kondisi puranya,” ungkapnya.


Ida Nyoman Bagus Parsa baru ingat mimpi itu ketika mandi di sebelah selatan Palinggih Pura Semer Gantung. Ketika mandi air sungai terasa dingin, namun saat dibasuhkan di muka airnya jadi hangat. Ida Nyoman Bagus Parsa merasa curiga dan kemudian menelusuri sungai ke utara, dan menemukan gumuk Pura Semer Gantung yang sudah rusak. Ingat pesan di mimpinya itu, iya berkeyakinan  Ratu Niang yang datang memberinya petunjuk. Setelah itu, lantas  dibangun palinggih baru.


Dikatakannya, air Pura Semer Gantung dianggap sangat berkhasiat untuk mengobati sakit cacar. Sampai sekarang pun sering kali ada orang yang meminta untuk malukat di pura. Ida Nyoman Bagus Parsa hanya  membantu dan memberi tahu dimana mesti warga yang sakit malukat. Sarana yang dibawa pun hanya berupa canang sari saja. “Biasanya bawa ember baru juga untuk nunas tirta di kelebutan (sumber mata air), kemudian dimandikan di sisi timur dekat sungai. Warga juga sering sendiri ke sana datang,” ucapnya.


Selain bertuah, Pura Semer Gantung menyimpan banyak misteri karena seringnya Ratu Niang menampakkan diri sebagai seorang nenek-nenek di dekat pura. Warga sekitar  sering melihat ada sesosok nenek berjalan-jalan di kawasan itu. Diakui juga sebelum ada rumah berdiri di dekat pura, banyak pembeli yang batal membeli tanah di kawasan tersebut. “Salah satunya itu ada orang saat hendak membeli tanah menengok ke arah kelebutan (sumber mata air) dari atas. Orang tersebut berada di atas posisi palinggih, dan   tiba-iba muncul  ular dan mengigitnya. Saya tidak tahu nasibnya, tapi yang pasti batal membeli tanah,” ucap Ida Nyoman Bagus Parsa.
Kejadian lainnya, ketika proses pembangunan rumah di sebelah barat pura, buruh bangunan yang umumnya pendatang tidak mengetahui tentang angkernya area sekitar pura, sehingga menaruh alat dengan tidak rapi dan sembarangan. Kontan saja, ketika bekerja dipanggil oleh seorang nenek. Nenek-nenek itu nenanyakan  sampai kapan  proyeknya selesai.


"Melihat sosok nenek yang muncul tiba-tiba,  buruh berlarian tunggang langgang. Warga ada yang tahu bahwa sosok nenek itu Ratu Niang,” terang Ida Nyoman Bagus Parsa.


Ketika perbaikan pura pun sempat seorang tukang yang diajak Ida Nyoman Bagus Parsa memperbaiki sumber mata air, buang air di dekat kelebutan. Namun, baru disadari setelah usai. Tukang bangunan tersebut malamnya demam menggigil sampai terasa kaku. Istrinya  menelepon Ida Nyoman Bagus Parsa karena kebingungan. “Saya pun jam tiga pagi nunasan (memohon) maaf ke Pura Semer Gantung, dan akhirnya hilang rasa takut dan sakitnya  setelah itu,” ungkap Ida Nyoman Bagus Parsa.


Walau sangat tegas memberi peringatan bagi yang salah, Ratu Niang, lanjutnya, sangat baik kepada umat yang datang meminta tolong padanya. Salah satunya ketika pemilik rumah di sebelah pura  kehilangan laptop dicuri orang.  Akhirnya  pemilik rumah berdoa di Pura Semer Gantung agar diberikan petunjuk orang yang mencuri. “Ajaib, laptopnya ditemukan di merajan rumahnya. Pengalaman itu, dia ceritakan ke saya. Semenjak itu orang tersebut makin rajin sembahyang di sana. Bersih-bersih, bahkan hingga membuat jalan rabat beton ke pura,” terang Ida Nyoman Bagus Parsa.


Ratu Niang di Pura Semer Gantung pun ternyata punya rencang (sosok penjaga gaib). Hal ini diketahui oleh Ida Nyoman Bagus Parsa setelah Ratu Niang datang ke mimpinya usai palinggih selesai dibangun. Sosok itu menurut gambaran dalam mimpinya berwujud wanita cantik, memiliki payudara yang indah, namun cara duduk dan kakinya berbentuk anjing. “Mendapat mimpi itu saya langsung minta tukang buatkan patungnya sesuai mimpi. Sempat dapat halangan tukang bangunan sakit, dan sembuh setelah nunas tirta di Pura Semer Gantung,” pungkasnya.

(bx/sue/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia