Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Balinese
Pura Dalem Suka Merta, Sanur

Jika Memohon Pesugihan, Tumbalnya Memakai “Guling Buntut”

10 Februari 2020, 20: 37: 57 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jika Memohon Pesugihan, Tumbalnya  Memakai  “Guling Buntut”

KEKAYAAN : Di tempat ini konon Raja Intaran memendam kekayaan yang kini diyakini sebagai tempat untuk memohon pesugihan. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Bila hasrat ingin memiliki harta melimpah dan tak habis tujuh turunan, cobalah untuk tangkil (datang) ke Pura Dalem Suka Merta atau Pura Suwuk. Pura ini berlokasi Banjar Tanjung, Intaran, Sanur Kauh. Pura ini berada di tengah-tengah hutan bakau. Apabila serius menginginkan sebuah kekayaan yang dimohon dari pura ini, tentunya harus siap dengan segala persyaratan yang diminta, di antaranya adalah Guling Buntut (tumbal manusia), penyakit bisul yang sangat menyiksa dan tak kunjung sembuh selama hidup, dan persyaratan berat lainnya. Jika menyanggupinya, maka pemohon akan mendapatkan apa yang diinginkan. Akan tetapi pemohon hanya boleh nunas (meminta) satu permintaan saja.

Pura Dalem Suka Merta ini dikenal angker. Banyak makhluk halus yang menghuni tempat ini. Pura ini juga berdekatan dengan Pura Pengembak yang juga dikenal angker.  Untuk menuju pura ini tidaklah sulit. Pemedek dapat melewati jalan yang telah dipaving. Sesampainya di lokasi, getaran dan aura magis dari pura ini sangat terasa. Maklum saja, tempat ini konon dijaga ratusan makhluk halus dan selalu mengawasi setiap orang yang datang. Tidak ada yang mengetahui secara pasti keberadaan pura ini. Namun, menurut cerita tetua, pura ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Sebelum seperti saat ini, tempat itu merupakan hutan bakau yang sangat rimbun. Hanya ada satu pelinggih berupa turus lumbung. Akan tetapi, pemedek tetap datang untuk melakukan persembahyangan saat odalan. Namun banyak keanehan yang dialami pemedek, meskipun datang dengan niat tulus. Ketika pemedek sampai di lokasi, tiba-tiba terdengar suara genta. Konon, suara genta itu menandakan sane meduwe gumi (penunggu tempat) tidak berkenan untuk diganggu. Mendengar suara genta yang entah dari mana asalnya itu, pemedek lari tunggang langgang meninggalkan tempat karena takut terjadi sesuatu.

Pura Dalem Suka Merta di bagi menjadi tiga bagian. Ada pura utama yang difungsikan untuk memohon keselamatan dan tempat memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa seperti pura pada umumnya. Pemedek yang tangkil (datang) cukup membawa banten pejati (sarana persembahyangan umat hindu) seperti biasa. Dipercaya, yang bersemayam di pelinggih ini adalah I Gusti Ngurah Jom, penguasa jagat Intaran.
"Kalau di bangunan pura yang utama ini, tempat pemedek melakukan persembahyangan biasa. Sama seperti datang ke pura lainnya. Sarananya pun sama. Karena tujuannya untuk memohon keselamatan," ungkap pinisepuh Padepokan Muntig Siokan Bali, Nyoman Patra, saat diwawancara Koran Bali Express, Minggu (9/2).

Ia menambahkan, bangunan pura yang berlokasi di belakang bangunan utama merupakan tempat penyimpanan harta dari Raja Intaran. Raja ini dulu dikenal sangat kaya raya. Bahkan di bawah kekuasaannya, wilayah Sanur berjaya. Pada pelinggih ini terdapat pohon kaktus yang tak pernah mati. Konon harta dari sang penguasa disimpan di bawah pohon ini. Orang yang ingin memohon pesugihan diharuskan membawa sarana pejati dengan minuman tujuh macam, daging kambing serta itik. Tempat ini pun dihuni oleh beragam makhluk gaib. "Di sinilah tempat orang memohon pesugihan (brerong) untuk memperkaya diri. Tentu dengan persyaratan yang maha dahsyat lainnya. Pokoknya sarananya sarwa getih (serba darah) disajikan di sini. Saat memohon maka akan diberi satu uang kepeng. Tapi uang itu akan berubah menjadi harta yang tak ada habisnya. Akan terus datang rejeki. Tak putus-putus selama sanggup memenuhi persyaratan berupa guling buntut (tumbal manusia) atau yang lainnya," tambahnya.

Lanjut Patra, di pelinggih ketiga tempat memohon ilmu kanuragan atau kekuatan dan meminta pengobatan. Palinggih ini dihuni oleh jin yang menggunakan permata. Bila memohon di tempat ini, sarananya berupa sesajen yang serba mentah. "Bila diibaratkan di dunia nyata, di tempat ini adalah tempat orang yang suka mabuk, hura-hura. Di sini juga terdapat kuda laut yang bisa dipakai obat," katanya.

Pura Dalem Suka Merta ini juga dipercaya sebagai penjaga wilayah Sanur. Sebab pura ini memiliki keterkaitan antara Pura Pangembak serta Pura Mertasari yang berlokasi tak jauh dari Pura Dalem Suka Merta. Bila dilihat dengan kasat mata, hanya terlihat seperti hutan bakau biasa. Akan tetapi menurut penglihatan orang pintar, hutan bakau itu adalah camp para tentara di alam gaib. Ada ribuan tentara yang menghuni tempat ini. Apabila orang datang dengan niat buruk atau berbuat yang tidak pantas di pura ini, maka penghuni pura ini tak segan-segan memberikan hukuman secara langsung. Di tengah-tengah pura ini pun terdapat satu pohon besar yang umurnya dipercaya telah ratusan tahun. Namun tak ada yang tahu nama dari pohon ini. Sekilas daunnya mirip dengan daun pohon beringin, tapi pohonnya mirip dengan pohon biasa. Kondisi pohon ini pun setiap tahunnya tetap sama. Tak pernah berubah. Konon, di pohon ini terdapat keris yang tertancap dengan sebelas lekuk. Menurut cerita, penghuni tempat ini disebut Ratu Gede Pengadang-ngadang.

(bx/art/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia