Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Wabup Suiasa: Pemerintah dan Stakeholder Pariwisata Harus Bersinergi

12 Februari 2020, 21: 18: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Wabup Suiasa: Pemerintah dan Stakeholder Pariwisata Harus Bersinergi

FGD: Wabup Suiasa menghadiri FGD dengan Tema Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke Depan di Natya Hotel Kuta, Selasa (11/2). (HUMAS SETDA BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Sebagaimana diketahui industri pariwisata adalah industri yang sangat sensitif terhadap berbagai isu. Seperti halnya dalam tiga pekan terakhir saat adanya pandemi virus Korona di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok, yang berdampak serius terhadap pariwisata. Terhadap kondisi tersebut, diperlukan langkah cepat dan strategis agar pariwisata segera pulih kembali. Terkait dengan hal ini, Pemkab Badung bersinergi dengan Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema ‘Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke Depan’ bertempat di Natya Hotel Kuta, Jalan Raya By Pass Ngurah Rai, Tuban, Selasa (11/2).

Dalam acara itu, hadir Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa sekaligus menjadi keynote speaker. Hadir pula narasumber dari para pakar, praktisi, pelaku industri serta pemerhati pariwisata, seperti Managing Director ITDC IGN Ardita, Ketua DPP NCPI Gusti Kade Sutawa, dan Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha. Hadir pula praktisi pariwisata Gede Wiratha, Bagus Sudibya, Aloysius Purwa dan stakeholder terkait. Turut hadir mendampingi Wabup, Kadispar Badung I Made Badra.

Wabup Suiasa mengatakan, FGD ini merupakan wujud sinergitas komunikasi antara seluruh elemen pelaku industri pariwisata untuk merespons situasi kekinian tentang merebaknya virus Korona di Tiongkok. Bali secara tidak langsung mengalami dampak menurunnya kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan dari Tiongkok. “Pemerintah dengan seluruh stakeholder pariwisata harus bersinergi untuk mencari titik temu solusi yang praktis, produktif, strategis serta efektif, agar dampak negatif pariwisata saat ini tidak boleh terlalu lama dialami,” ungkapnya.

Atas nama pemerintah daerah, Wabup Suiasa memberikan apresiasi, rasa bangga kepada seluruh peserta FGD dan kepada NPCI Bali yang menginisiasi forum diskusi ini. “Bali harus bersatu-padu dalam menjawab tantangan yang sedang dihadapi bersama saat ini,” tegasnya.

Dalam forum diskusi tersebut, Wabup Suiasa merasa terinspirasi dari masukan para tokoh dan pemerhati pariwisata dalam memutuskan kebijakan kepariwisataan. Salah satunya dengan membuat website official dan merancang big deal dan big sale atau diskon khusus, baik hotel dan segala bentuk produk yang Bali miliki. Sasarannya, pasar domestik yang memiliki potensi 62-63 persen perkuatan di bidang pariwisata. Ini menjadi daya dukung selain pangsa pasar mancanegara sesuai agenda, yaitu India, Australia, Eropa, Rusia dan Amerika.

Upaya lain juga dilakukan melalui kerja sama dengan pihak maskapai penerbangan, yakni menambah rute baru, seperti menghidupkan kembali direct flight dari India. Bahkan Badung segera akan mengumpulkan rencana kerja bersama stakeholder, menindaklanjuti terobosan memajukan pariwisata Badung untuk Bali. Badung juga akan menyampaikan penanggulangan sesuai SOP, pencegahan serta antisipasi termasuk upaya dan langkah prosedur penanganan virus Korona apabila terjadi. Tetapi sampai saat ini, menurutnya, Bali masih aman. “Langkah ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan masyarakat dunia terhadap Bali, bahwasanya Bali itu aman untuk dikunjungi,” jelas Wabup Suiasa.

Sementara Agus Maha Usadha mengatakan, tema FGD merupakan langkah besar. Apalagi Badung merupakan pemain utama pariwisata di Bali.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia