Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Tanamkan Konsep Pesaja, Suwirta Semangati Peserta Workshop

12 Februari 2020, 22: 51: 03 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tanamkan Konsep Pesaja, Suwirta Semangati Peserta Workshop

NARASUMBER: Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadi narasumber workshop ‘Sinergi dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat’ yang diselenggarakan Udayana Central di Hotel Prime Plaza Sanur, Denpasar, Rabu (12/2). (HUMAS PEMKAB KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadi narasumber workshop ‘Sinergi dalam Penguatan Program Pengendalian Rokok untuk Mewujudkan Krama Bali Sehat’ yang diselenggarakan Udayana Central di Hotel Prime Plaza Sanur, Denpasar, Rabu (12/2). Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta menyemangati peserta dengan pesaja (bersunggguh-sungguh).

Maksud pesaja itu adalah niat baik atau bersungguh-sungguh mengajak masyarakat bebas dari bahaya rokok, dengan menjalankan konsep pesaja, agar masyarakat mempunyai niat yang baik untuk menjaga kesehatan dan menjaga udara tetap bersih.

Di hadapan para peserta, Suwirta memaparkan upaya yang dilakukan dalam menjaga kesehatan warganya. Salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Namun, perda itu tidak serta merta bisa mengajak masyarakat untuk tidak merokok, tetapi ada proses yang harus dilalui, bagaimana masyarakat bisa menyadari akan bahaya rokok bagi kesehatan.

“Perda ini sebagai upaya agar masyarakat terhindar dari bahayanya rokok, dan kesehatannya juga bisa selalu terjaga dengan baik,” papar Suwirta.

Upaya lain, yakni membentuk kader Gerakan Bersama Antirokok (Gebrak), menyasar sekaa teruna di desa-desa, serta sosialisasi pembuatan perarem KTR di desa adat. “Kita yakinkan diri kita, bahwa merokok itu bisa menyebabkan kesehatan kita terganggu. Maka dari itu, saya mengajak seluruh peserta workshop agar bersama-sama tanamkan pola hidup yang sehat, menyadari bahayanya merokok,” ajak Bupati asal Ceningan, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida itu.

“Setelah pulang dari workshop ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan di daerahnya masing-masing, setidaknya dimulai dari diri sendiri,” harap Suwirta.

Ketua Panitia I Made Kerta Duana mengungkapkan, kegiatan itu rutin dilaksanakan dari pusat penelitian Udayana Central. Kegiatan ini salah satu kajian di Universitas Udayana yang konsen pada penyakit-penyakit tidak menular, pengendalian bahaya rokok dan kesehatan lainnya. Hadir juga pada acara tersebut Rektor Universitas Udayana Prof. Anak Agung Raka Sudewi.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia