Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Berkat Rompi Anti Peluru, Siswa SMPN 3 Denpasar Sabet Emas di Thailand

13 Februari 2020, 18: 49: 45 WIB | editor : Nyoman Suarna

Berkat Rompi Anti Peluru, Siswa SMPN 3 Denpasar Sabet Emas di Thailand

ROMPI : Tim SMPN 3 Denpasar yang berhasil meraih prestasi gemilang di ajang International Thailand Inventor’s Day (TID) 2020 berkat penelitian rompi anti peluru. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BBALI EXPRESS - Prestasi membanggakan diraih siswa SMP N 3 Denpasar. Dalam ajang International Thailand Inventor's Day (TID) 2020 yang diselenggarakan di Bangkok International Trade and Exhibition Center (BITEC), Bangkok, Thailand SMPN 3 Denpasar berhasil menyabet medali emas dan meraih Special Award. Prestasi ini diraih berkat penelitian Rompi Anti Peluru seri III.

Tim SMPN 3 Denpasar  yang dipimpin Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya (15) mengirim tiga kelompok, termasuk satu kelompok merupakan anggota Forum Peneliti Remaja (FPR) Denpasar. Salah satu materi yang dikirim adalah sistem kerja dari rompi anti peluru.

Hasil penelitian kelompok  ini mengungkap bahwa rompi anti peluru terdiri dari dua lapisan yakni lapisan selosa dan lapisan material. Selosa ini berada di paling depan, sehingga saat peluru mengenai rompi ini, lapisan selosa akan menyebar energi dari peluru ini. Nantinya, sisa energi yang tidak diserap selosa akan membentur lapisan material sehingga tidak tembus.

Ada tiga hasil penelitian yang dikirim yakni bodi pesawat, rompi anti peluru dan masker wajah dari daun bayam dan kulit jeruk. Rompi anti peluru menyabet medali emas, bodi pesawat medali perunggu, dan pencerah kulit atau masker wajah meraih medali perak.

Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana mengatakan, selain berangkat ke Thailand, siswanya juga ikut lomba penelitian ilmiah internasional di Surabaya. "Hari ini (Kamis, Red)  dua kelompok juga berangkat ke Surabaya untuk ikut lomba karya ilmiah tingkat internasional," katanya.

Sementara itu, ditemui di sekolahnya, Kamis (13/2), ketua kelompok peneliti rompi dan bodi pesawat, Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya menuturkan, bodi pesawat terbuat dari sampah daun ketapang dan jerami. Sementara rompi anti peluru karya FPR merupakan pengembangan rompi anti pelurunya yang ketiga. Rompi anti peluru ini dibuat dari kombinasi daun ketapang, jerami padi, limbah pelepah pisang, kain katun, serta serabut kelapa. "Rompi anti peluru ini dapat medali emas sekaligus special award dari Hongkong," kata Galuh.

Seri satu hanya memiliki lapisan material tanpa lapisan selosa, sedangkan seri dua sudah berisi lapisan selosa namun masih menggunakan daun pisang. Sementara untuk seri ketiga menggunakan bahan pelepah pisang yang lebih tebal. "Untuk rompi anti peluru, yang buat berenam, ada dari SMP 3 Denpasar, SMP 10 Denpasar, dan SMA 3 Denpasar. Kalau bodi pesawat, dibuat tujuh orang," katanya.

Sedangkan menurut ketua kelompok penelitian masker kulit wajah, Rico Majesty Daniel Mitra, 13,  pembuatan pencerah wajah ini menggunakan bahan ekstrak kulit jeruk, daun bayam, madu, dan minyak zaitun. "Alasan kami menggunakan daun bayam dan kulit jeruk karena mengandung vitamin C yang berfungsi untuk mencerahkan kulit. Ide awalnya karena nemuin kulit jeruk di rumah. Akhirnya kami cari kandungannya," katanya.

Untuk pembuatannya membutuhkan waktu satu bulan termasuk pengujian di laboratorium. "Untuk masker ini kami sudah mengujinya ke 50 orang dan perubahannya bagus. Bahkan kandungan vitamin C-nya sudah lebih besar dari SNI," kata siswa kelas VIII SMPN 3 Denpasar ini.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia