Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Sembilan Kamar Kos di Pemecutan Terbakar, Kerugian Capai Miliaran

13 Februari 2020, 19: 57: 10 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sembilan Kamar Kos di Pemecutan Terbakar, Kerugian Capai Miliaran

TERBAKAR - Kondisi rumah kos dan warung di Jalan Gunung Batukaru, Gang Padang, Denpasar Barat, pasca terbakar, Kamis (13/1). (DOROTHI IBERANI WAMAFMA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kebakaran sembilan kamar kos dan satu bangunan warung terjadi, Kamis (13/2) sekitar pukul 08.34. Kebakaran terjadi di Jalan Gunung Batukaru Gang Padang, Br. Busung Yeh Kauh, Pemecutan, Denpasar Barat. 

"Info kebakaran ini berasal dari warga. Tim BPBD lalu berkoordinasi dengan Pos Induk BPBD Kota Denpasar, dan mengarahkan regu Pemadam Kebakaran BPBD Kota Denpasar dari semua pos ke TKP," ujar Ida Bagus Joni Ariwibawa selaku kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar. 

Joni menyatakan, luas lahan bangunan 4 are, sedangkah luas yang terbakar 27 X 7 meter. Pihak BPBD menyatakan bahwa penyebab kebakaran belum diketahui , sedangkan kerugian yang ditafsir sekitar ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Anak Agung Ketut Adi Suraga, 43, pemilik bangunan tersebut, menafsir, kerugian dari kejadian ini kurang lebih 1 milyar rupiah. Dia pun mengaku sudah mengiklaskan kejadian ini.  "Ya.. mau tidak mau harus diiklaskan, walaupun berat.  Namanya musibah, harus berbesar hati untuk bisa menerima." ujarnya.

Agung Adi juga menyampaikan bahwa kemungkinan kebakaran karena korsleting listrik, namun dia tidak ingin menelusuri penyebabnya. "Saya tidak mau mencari kambing hitam. Yang jelas ini sudah terjadi, dan ini kecerobohan kami," ujarnya. 

Ia juga menceritakan kronologi saat kebakaran terjadi. Saat itu, tuturnya, ia bersama istri dan mertuanya sedang ke Tabanan untuk sembayang. "Kami bersama istri dan mertua, mau menghadiri persembayangan di Tabanan," ujar Agung Adi.

Sekitar setengah jam kemudian, mereka mendapatkan informasi dari anaknya melalui telepon bahwa bangunan kos dan warung terbakar. Agung Adi dan istrinya sontak balik arah yang saat itu sudah ada di kawasan Puspem Badung. "Setelah jam setengah 9, kami bergegas balik dari arah Puspem sampai ke TKP," ujar Agung Adi. 

Dari informasi yang dihimpun, kebakaran bermula dari warung yang ternyata menjual barang-barang yang mudah terbakar, kemudian merambat ke bangunan kos-kosan yang berada di belakang warung tersebut. "Warung menjual sembako, gas, bensin eceran, spritus sehingga mudah terbakar," jelas Agung Adi. 

Sementara itu, seorang penghuni kos bernama Edi Jaelani, 32, menjelaskan bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul setengah sembilan pagi. Dia masih dalam keadaan tidur. "Saat itu masih tidur dengan anak anak. Istri saya mencium bau aroma seperti sampah dibakar, lalu dari kos belakang ada yang berteriak," ujar Edi.

Edi mengaku hanya bisa menyelamatkan barang-barang berharga dan mengalami kerugian materil sekitar Rp 10 juta rupiah. "Ijazah, tas, hp berhasil kami amankan. Selain itu  semua terbakar,"  ujar Edi.

Dari informasi yang dihimpun, terdapat empat mobil pemadam kebakaran yang datang ke lokasi kebakaran ini untuk memadamkan api.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia