Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bisnis

Harga Bumbu Dapur Masih Tinggi, Bawang Putih Capai Rp 60 Ribu per Kg

13 Februari 2020, 20: 18: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Harga Bumbu Dapur Masih Tinggi, Bawang Putih Capai Rp 60 Ribu per Kg

BAWANG PUTIH: Pedagang bumbu dapur di Peken Badung. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Mendekati Hari Raya Galungan dan Kuningan, harga bumbu dapur masih tinggi. Bahkan, harga bawang putih mencapai harga Rp 60 ribu per kilogramnya. Salah Satu faktor penyebab tingginya harga bawang putih, karena terbatasnya impor bawang putih yang disebabkan akibat isu wabah virus korona di Tiongkok. Sebab kebutuhan bawang putih lebih banyak didatangkan dari Tiongkok. Untuk sementara distribusi dari Tiongkok di stop dan hanya memanfaatkan stok yang ada dipasar lokal. 

Selain bawang putih, harga bawang merah dan cabai juga masih tinggi. Bawang merah dijual dengan harga Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Normalnya harga bawang merah hanya Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram. Demikian pula cabai yang saat ini masih Rp60.000 hingga Rp70.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang bumbu dapur di Pasar Badung Ni Ketut Murci mengatakan, seminggu sebelumnya harga bawang putih melambung hingga Rp60.000 per kilogram. Sementara saat ini mulai turun menjadi Rp50.000 per kilogram. “Biasanya paling tinggi kenaikan harga bawang putih Rp30.000 atau Rp35.000 per kilogram. Harga normalnya berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang bumbu dapur lainnya Ni Wayan Wandri. Harga bawang putih yang dijualnnya juga mencapai Rp50.000 per kilogram. Begitu pula bawang merah Rp35.000 per kilogram serta cabai rawit Rp70.000 per kilogram.

Permintaan dikatakannya masih sepi meski banyak hari raya yang akan datang. Bahkan sebagian masyarakat yang menekan jumlah belanjanya akibat tingginya harga kebutuhan.

Disinggung harga jelang Galungan dan Kuningan nanti, dia berharap tidak makin melambung, mengingat kedatangan barang sudah mulai ada. “Semoga tidak naik lagi, karena barang sudah mulai masuk. Harga sekarang kan sudah makin menurun, meski masih tergolong tinggi,” imbuhnya. (dhi)

(bx/bay/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia