Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Pembunuhan Noval, Wajah Diinjak-injak hingga Sekarat

13 Februari 2020, 21: 35: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Pembunuhan Noval, Wajah Diinjak-injak hingga Sekarat

REKONSTRUKSI: Para tersangka (berbaju tahanan) sedang memperagakan aksi penganiayaan terhadap korban, Noval. (NORIS SAPUTRA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS – Kasus pengeroyokan hingga menyebabkan seorang buruh, Muh. Novl Zuhri, 23, tewas pada malam tahun baru lalu, Rabu (1/1), direkonstruksi di lapangan Mapolres Badung, Kamis (13/2) sekitar pukul 10.00. Kedua tersangka, Ahmad Ali Fauzi dan Yeko Wahyudi memperagakan sejumlah adegan saat menganiaya korban dengan brutal.

Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga menerangkan, total ada 13 adegan penganiayaan yang diperagakan para tersangka. “Total ada 13 adegan yang direkonstruksi hari ini (Kamis, Red), dari awal hingga adegan korban dianiaya,” terangnya kepada awak media.

Dari 13 adegan yang diperagakan, terungkap bagaimana kejamnya para pelaku dalam menganiaya korban hingga tewas. “Dalam adegan ke-7, awalnya korban Noval memukul tersangka Yeko, kemudian Yeko membalas pukulan tersebut dengan dua pukulan yang sangat keras ke bagian dada korban. Saat memukul disaksikan oleh saksi Habibi,” ungkap Kompol Sindar.

Masih dalam adegan ke-7, saat korban terjatuh, tersangka Fauzi kemudian memukul korban lima kali berturut-turut. Pada adegan ke-8, pecalang setempat datang, baik tersangka maupun korban melarikan diri untuk sembunyi karena takut diamankan oleh pecalang. Dua tersangka sembunyi di bedeng dan korban sembunyi di semak-semak. Pada adegan ke-9, saat pecalang pergi, tersangka Fauzi kemudian buang air kecil di dekat semak-semak persembunyian korban.

Adegan ke-10 memperagakan bagaimana korban menantang tersangka dengan kata “Ngapain kamu ke sini?”. “Pada adegan ke-11, tersangka Fauzi kemudian menduduki dada korban dan memukul korban berkali-kali, tidak terhitung berapa kali korban dipukul. Setelah itu Fauzi berdiri menginjak wajah korban hingga korban tidak sadarkan diri,” beber Kompol Sindar.

Setelah menganiaya korban, tersangka Fauzi kembali ke bedeng milik Habibi dan memberitahu Yeko bahwa dirinya telah menganiaya korban hingga tidak sadarkan diri. Yeko kemudian memberitahu pelapor Adi Setiawan bahwa Noval berada di semak-semak tak sadarkan diri. Usai memberitahu Adi Setiawan, dua tersangka pulang ke kosnya di Monang-Maning, Denpasar.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban akhirnya meninggal di RS Tabanan, Rabu (1/1) pukul 07.00. Rekonstruksi ini juga disaksikan Kejaksaan Negeri Badung dan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus ini.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia