Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Serahkan Pah-pahan, Bupati Eka Minta Jaga Persatuan

13 Februari 2020, 22: 50: 53 WIB | editor : Nyoman Suarna

Serahkan Pah-pahan, Bupati Eka Minta Jaga Persatuan

SERAHKAN PAH-PAHAN: Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menyerahkan pah-pahan tahun 2019 di Wantilan Pura Luhur Pekendungan, Beraban, Kamis (13/2). (HUMAS PEMKAB TABANAN FOR BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang juga Ketua Umum Badan Pengelola DTW Tanah Lot membagikan Pah-pahan Tahun 2019 pada Kamis (13/2) di Wantilan Pura Luhur Pekendungan, Beraban. Masing-masing kepada Desa Pakraman Beraban, Pura Tanah Lot dan pura pendukung di sekitar kawasan Tanah Lot, serta 22 desa pakraman se-Kecamatan Kediri.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Bendesa Adat Beraban dan seluruh bendesa adat se-Kecamatan Kediri. Hadir pula para pengurus Pura Luhur Tanah Lot dan pura pendukung lainnya di kawasan DTW Tanah Lot.

Pada kesempatan tersebut Toya Adnyana menjelaskan, DTW Tanah Lot secara rutin setiap tahunnya membagikan pah-pahan kepada Pemkab Tabanan, Desa Pakraman Beraban, dan pura pendukung yang ada di kawasan Tanah Lot, serta desa pakraman se-Kecamatan Kediri. “Mohon maaf penyerahan ini harusnya pada bulan Januari. Namun mengalami keterlambatan karena berbagai kesibukan,” jelasnya.

Untuk saat ini, dia mengatakan kunjungan wisatawan lokal maupun asing ke Tanah Lot mengalami penurunan. Diakibatkan beberapa faktor, di antaranya perang dagang internasional dan isu virus korona. “Biasanya secara global limit kunjungan 5 sampai 6 sampai 7. Sekarang limit 5 sampai 6. Mudah-mudahan itu nanti cepat selesai, dan DTW  Tanah Lot terus bisa eksis,” imbuhnya.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Eka menghimbau agar selalu bersyukur atas apa yang telah diberikan Ida Sesuhunan Pura Luhur Tanah Lot. “Dengan kehadiran DTW Tanah Lot ini, bisa memberi manfaaat, kemakmuran, kehidupan untuk masyarakat Tabanan secara umum, juga kepada 22 desa pakraman yang ada di seputaran kawasan DTW Tanah Lot,” ungkapnya.

Untuk itu, dia mengatakan, wajib untuk selalu bersyukur, karena meskipun ada berbagai isu internasional, Tanah Lot tidak pernah sepi dari kunjungan. Meski isu tersebut memberi sedikit dampak penurunan pada kunjungan. “Tak pernah sepi Tanah Lot, walaupun sekarang ada virus Korona, virus babi, virus macam-macam, tapi yang namanya Tanah Lot ini, astungkara masih diminati,” ujarnya.

Meskipun penurunan mencapai 16 persen dari tahun sebelumnya, dikatakannya, tidak sebanding dengan tempat-tempat lain. “Tempat lain betul-betul sepi, tidak ada pengunjung, wisatawan tidak mau datang. Tapi di Bali niki (ini, red), khususnya di Tabanan di Tanah Lot, tamu masih banyak masuk ke Tanah Lot. Artinya taksu Ida Bhatara niki sangat luar biasa. Tepuk tangan buat Tanah Lot,” ujar Bupati Eka di hadapan seluruh undangan yang hadir saat itu.

Ke depan, dia berharap, persatuan dan rasa memiliki dijaga terus. Karena menurutnya, DTW bukan hanya mampu mendatangkan banyak kunjungan wisatawan, beriringan dengan hal tersebut sudah tentu masalah pun pasti banyak. “Oleh karena itu, tiang (saya, red) harapkan semua menjaga administrasi, pertanggungjawaban, dijalankan dengan baik,” pinta Bupati Eka.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia