Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

DBD Muncul di Sayan, Warga Diminta Jaga Kebersihan Rumah

13 Februari 2020, 23: 07: 03 WIB | editor : Nyoman Suarna

DBD Muncul di Sayan, Warga Diminta Jaga Kebersihan Rumah

BERSIHKAN JENTIK: Pembersihan jentik nyamuk di salah satu rumah warga Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kamis (13/2). (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Setelah warga Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati secara beruntun terkena virus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kini kasus serupa muncul di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Bahkan satu warga positif DBD dan masih dirawat di RS Sanjiwani Gianyar. Sedangkan satu warga lainnya masih mendapatkan pengobatan rawat jalan.

Perbekel Desa Sayan I Made Andika didampingi Kelihan Dinas Banjar Mas I Kadek Dwi Putra Yoga membenarkan satu warganya terkena virus DBD. Sehingga warganya pun diminta membersihkan yang dirasa sebagai sarang jentik nyamuk.  “Iya satu warga kami positif terkena DBD, dan sudah diberi penanganan di RS Sanjiwani sejak dua hari lalu. Sekarang sudah membaik,” jelasnya, Kamis (13/2).

Lanjut dia, masalah DBD diakuinya sudah dari akhir tahun lalu ditindaklanjuti, ketika mulai musim penghujan. Terlebih sempat ada salah satu warga di Penestanan Kaja dan Penestanan Kelod yang terkena DBD. Tindakan pertama yakni fogging yang dikoordinasi masing-masing kelihan banjar, juga UPT Kesmas Ubud II.

“Tindakan kami di Kantor Desa Sayan telah membagikan abate ke masing-masing Kader Jumantik di setiap banjar. Tindakan lainnya yaitu preventif, menghimbau warga untuk melakukan 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur),” papar Andika.

Dalam kesempatan itu, dia mengaku tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) di banjar-banjar telah melakukan pemgecekan ke lokasi rumah korban yang terkena DBD. Diungkapkan di lokasi banyak ditemukan sarang jentik, karena musim hujan. “Tim Jumantik dan petugas Puskesmas juga sudah turun ke lokasi, ditemukan banyak sarang jentik di sana dampak hujan,” paparnya.

Dwi Putra Yoga menambahkan, untuk mencegah melebarnya kembali virus tersebut, diharapkan warganya membersihkan lingkungan dari sarang jentik nyamuk. Disinggung dengan pelaksanaan fogging, Yoga Putra mengaku masih menunggu proses dari dinas terkait. Mulai dari Puskesmas, hingga Dinas Kesehatan, karena memang harus melalui prosedur yang ada jika mengajukan permohonan fogging.

“Untuk fogging harus melalui prosedur terlebih dahulu. Karena memang didata oleh Puskesmas. Untuk pencegahan saat ini, bisa dilakukan dengan membersihkan lingkungan agar terawat, untuk obat abate juga kami sudah edarkan di masyarakat,” pungkasnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia