Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Korban Reimal Bertambah, Diperkosa Sejak Kelas 3 SD

14 Februari 2020, 20: 44: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Korban Reimal Bertambah, Diperkosa Sejak Kelas 3 SD

PELAKU: Reimal Sipahelut, terduga pelaku pemerkosaan terhadap anak di Pantai Asuhan Penuai Indonesia. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Kasus pemerkosaan oleh pengawas panti asuhan, Reimal Sipahelut terhadap anak asuh kembali memunculkan fakta baru. 

Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tabanan akhirnya meminta keterangan salah seorang saksi berinisial M, Jumat (14/2). M yang masih duduk dibangku SD ini juga diduga menjadi korban kejahatan Reimal.

“Statusnya sejauh ini masih saksi, tapi akan berpotensi naik sebagai korban karena sejumlah fakta-fakta terungkap,” ujar Pekerja Sosial Perlindungan Anak Dinas Sosial Kabupaten Tabanan selaku pendamping korban, Nisman.

Proses pemeriksaan terhadap M berlangsung sekitar pukul 12.00 hingga 16.30 Wita. Namun sebelum menjalani pemeriksaan, Nisman terlebih dahulu menjemput M di sekolahnya. Selanjutnya, M dibawa menuju RS Tabanan untuk menjalani visum dan tes kehamilan karena sebelumnya dikabarkan hamil. “Tapi setelah menjalani tes itu, hasilnya negatif. Selanjutnya M mulai menjalani pemeriksaan polisi," imbuhnya.

Menurutnya, ada sejumlah fakta menarik yang diungkapkan oleh M kepada penyidik di unit PPA Mapolres Tabanan. M menyampaikan bahwa sudah disetubuhi sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD hingga saat ini duduk dibangku kelas 6 SD. Kondisi ini membuat M trauma dan mengalami ketakutan yang luar biasa. Itu terlihat dari sikap dan gerak dan sorot matanya. Bejatnya lagi, sebelum pelaku (Reimal) tertangkap pada tanggal 6 Februari 2020, pagi harinya sekitar pukul 05.00 Wita M masih sempat disetubuhi satu kali, kemudian disetubuhi lagi 1 kali sepulang sekolah. Dan sorenya pelaku tertangkap.

Kini M sudah dikeluarkan dari Panti dengan membawa sejumlah barang-barang miliknya. Saat ini keberadaan dua korban yakni CDL dan M dalam kondisi aman. Namun disebut-sebut, selain M juga akan ada potensi korban bertambah, namun sejauh ini korban tersebut masih belum ditemukan. “Hari Senin M masih akan diperiksa lagi, mungkin akan menaikan statusnya menjadi korban. Karena fakta-fakta cukup kuat,” tandasnya.

Selain M, pengurus panti secara keseluruhan juga akan diperiksa, apakah ada keterlibatan dalam kasus ini atau tidak.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia