Selasa, 25 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Bupati Bangli: Peternak Babi dan Masyarakat Tak Perlu Galau

14 Februari 2020, 22: 30: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bupati Bangli: Peternak Babi dan Masyarakat Tak Perlu Galau

MAKAN BABI GULING: Bupati Bangli I Made Gianyar (tiga dari kanan) saat kampanye makan babi guling di halaman Kantor Bupati Bangli, Jumat (14/2). (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Bupati Bangli I Made Gianyar mengajak masyarakat Bangli tidak takut mengkonsumsi daging babi. Dia memastikan daging babi tetap aman dikonsumsi, asalkan berasal dari ternak yang sehat dan diolah dengan cara yang benar.

“Di Bangli tidak ada penyakit demam babi Afrika dan atau penyakit lainnya. Para peternak babi tenanglah, masyarakat tenanglah. Tidak perlu galau,” ungkap Gianyar saat membuka acara makan babi guling bersama yang digelar Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli di halaman Kantor Bupati Bangli, Jumat (14/2).

Acara makan babi guling bersama itu sebagai kampanye daging babi aman dikonsumsi. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Sekda Bangli Ida Bagus Putra, Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra, Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUBPI) Kabupaten Bangli Sang Putu Adil, dan sejumlah pimpinan OPD di Pemkab Bangli.

Gianyar menegaskan, setelah merebak isu demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di masyarakat, pihaknya telah memerintahkan Dinas PKP melakukan kajian. Berdasarkan hasil kajian, kemudian dikeluarkan surat edaran tidak ada ditemukan ASF dan atau penyakit babi lainnya di Bangli. Sehingga peternak diharapkan tetap tenang, tidak perlu mengobral babi.

Ketika ada isu miring, supaya dikoordinasikan dengan dinas terkait di Pemkab Bangli. Sedangkan sebagai upaya menghindarkan ternak dari penyakit, Gianyar mengingatkan peternak menempuh upaya sekala dan niskala. Niskala yang dimaksud, yaitu selalu berdoa agar babi peliharaan tetap sehat. Sedangkan sekalanya, salah satunya menjaga kebersihan kandang. Misalnya dengan menyemprotkan desinfektan secara rutin. Kandang harus bersih agar ternak terhindar dari penyakit. “Babi sudah membuatkan rumah mewah bagi peternaknya. Peternak perhatikan kandang babinya,” ujar bupati asal Desa Bunutin, Kecamatan Kintamani itu.

Sedangkan Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menegaskan, sejauh ini tidak ditemukan penyakit ASF atau lainnya di Bangli. Sama halnya dengan bupati, Sarma juga mengajak masyarakat Bangli tidak perlu khawatir mengonsumsi daging babi.

Memang, lanjut Sarma, berdasarkan pantauanya di lapangan, isu ASF tidak terlalu berpengaruh terhadap minat masyarakat mengonsumsi daging babi di Bangli. Namun diakuinya, isu tersebut berimbas terhadap harga jual ternak babi. Harga babi di tingkat peternak di kisaran Rp 25-26 ribu per kilogram. Ada juga lebih rendah di beberapa tempat.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia