Senin, 24 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Rai Warsa Catat Sejumlah Persoalan Warga Gianyar

14 Februari 2020, 23: 10: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Rai Warsa Catat Sejumlah Persoalan Warga Gianyar

TURUN KE MASYARAKAT: Anggota DPRD Bali, I Made Rai Warsa duduk bersama dengan masyarakat di Desa Bukian, Kecamatan Payangan. (ISTIMEWA)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRRSS - Anggota DPRD Bali I Made Rai Warsa menyudahi reses 11 Pebruari lalu.  Banyak hal didapat selama bertemu dengan masyarakat. Berbagai persoalan dilontarkan masyarakat.

Seperti di Semogading, Kecamatan Tampaksiring, misalnya, melalui bendesa setempat, kedatangan dewan reses dimanfaatkan untuk menyampaikan persoalan. Mulai pembangunan di wilayah desa adatnya, sampai persoalan lain. Contoh kecil ingin lampu penerangan di areal pura.

Di Banjar Pisang Kelod, Kecamatan Tegallalang, lewat prajuru di sana, menginginkan agar dewan memfasilitasi pembangunan di areal pura. Di Banjar Bukian Kawan, Kecamatan Payangan, selain soal pembangunan, banyak hal dilontarkan. Mulai kepastian soal pelayanan kesehatan. Sebatas mana pelayanan gratis ketika berobat ke rumah sakit. Masalah honorer guru yang ada puluhan tahun, sampai sekarang belum ada kejelasan peningkatan status. Begitu juga menyangkut sarana dan prasarana sekolah.

Beda lagi di Banjar Lebah A, Desa Bukian, Kecamatan Payangan. Pekaseh setempat mengeluhkan soal irigasi. Beberapa sumber air dimanfaatkan untuk air minum sehingga mengurangi air untuk pengairan sawah. "Kami ingin empelan atau bendungan untuk menampung air keperluan air di sawah," demikian pekaseh setempat. 

Acara reses anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Gianyar ini di Bukian Kawan dan Lebah A di Desa Bukian, dihadiri bendesa, prajuru, kelian dinas, dan masyarakat setempat.

Rai Warsa merasa senang mendengar masukan dari warga. Setidaknya persoalan ini akan dituangkan dalam pokok-pokok pikiran. "Kebetulan kami di DPRD Bali ada agenda pembahasan pokok-pokok pikiran. Tentu, tidak serta-merta semua persoalan bisa diakomodir. Paling tidak tercatat dan terus diperjuangkan," tandas  mantan wartawan tersebut.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia