Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

TPA Suwung “Undang” Sampah Badung untuk PSEL

16 Februari 2020, 20: 58: 00 WIB | editor : Nyoman Suarna

TPA Suwung “Undang” Sampah Badung untuk PSEL

TPA SUWUNG : TPA Suwung membutuhkan pasokan sampah dari Badung untuk energi listrik. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS –Pemkab Badung kemungkinan akan kembali membuang sampahnya ke TPA Suwung, Denpasar. Hal ini terkait Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Sarbagita di TPA tersebut membutuhkan asupan sampah yang memadai. Kabarnya, Badung bisa mengirim minimal 127 ton sampah per hari.

Hal ini tak dibantah oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Wayan Puja. Sebelumnya, telah ada pembahasan antara Pemprov Bali dan pemerintah Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Sarbagita). Dalam pembahasan tersebut, Kabupaten Badung mendapat kuota untuk mengirim sampah. “Dari pembicaraaan, memang kami ada kewajiban membuang sampah ke TPA Suwung. Kuotanya juga sudah ditentukan yaitu minimal 127 ton per hari,” ungkapnya, Minggu (16/2).

Meski begitu, soal waktu Badung mulai mengirim sampah, Puja belum bisa memastikan. Sebab, proyek PSEL tersebut, sesuai rencana, akan dimulai tahun 2021 dan diharapkan dapat berjalan pada tahun 2022. Dengan demikian, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut.

Berdasarkan perhitungan rata-rata, sampah rumah tangga dan sejenis rumah tangga mencapai 282 ton per hari di Badung. Selanjutnya, timbulan sampah spesifik, seperti sampah pantai, sungai dan bongkaran bangunan mencapai 20 ton per hari. Selanjutnya sampah yang belum terkelola atau dibuang di pekarangan dan tegalan mencapai11 ton per hari. Sehingga total timbulan sampah di Badung mencapai 313 ton per hari .

Sementara, sesuai rencana pembangunan TPS 3R di seluruh Desa di Kabupaten Badung akan mampu mengolah dengan target 120 ton per hari. Selanjutnya TPST komunal Mengwitani mampu mengolah dengan target 50 ton per hari. “Jadi kemampuan kita untuk mengolah sampah per hari, baik itu di TPST 3R dan TPST Mengwitani sebanyak170 ton per hari.  Sehingga total sisa sampah yang belum bisa kita olah sebanyak 143 ton per hari,” jelasnya.

Sisa sampah yang belum bisa terolah sebanyak 143 ton ini, rencananya akan dikirim ke TPA Suwung. Puja sendiri tak menampik Pemkab Badung masih membutuhkan TPA Suwung sebagai lokasi pembuangan sampah.  “Kita tidak boleh menutup mata, kita masih membutuhkan TPA Suwung,” tandas mantan Kabag Perwat ini.

Sebelumnya, Pemkab Badung dilarang membuang sampah ke TPA Suwung. Pemkab Badung kemudian menggencarkan pembangunan TPST di masing-masing desa dan kelurahan di Badung. Bahkan dibangun pengolahan sampah dengan mesin incinerator di sebelah Terminal Tipe A Mengwi. Hal ini dicanangkan Bupati Giri Prasta agar 2021 Badung mandiri pengelolaan sampah.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia