Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Jelang Penampahan Galungan, Tak Semua Babi di Bangli Diperiksa

16 Februari 2020, 21: 40: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Jelang Penampahan Galungan, Tak Semua Babi di Bangli Diperiksa

CEK KESEHATAN: Petugas kesehatan hewan Bangli memeriksa babi yang akan dipotong menjelang Penampahan Galungan. (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli tidak bisa melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua babi menjelang Galungan karena keterbatasan dokter hewan. “Di tengah keterbatasan, kami harus tetap berbuat,” ujar Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma, Minggu (16/2)

Dalam melakukan pemeriksaan, dinas setempat hanya menurunkan seorang dokter hewan dan beberapa petugas lainnya di masing-masing kecamatan. Jumlah petugas yang tak sebanding dengan estimasi kebutuhan babi Galungan sekitar 2.425 ekor, membuat petugas hanya bisa melakukan pemeriksaan beberapa ekor saja atau menggunakan sistem sample.

Dokter hewan mengambil sampel Sabtu (15/2) hingga Senin (17/2) sore sebelum babi dipotong. Babi diperiksa kesehatannya. Pemeriksaan dilakukan langsung di kandang. “Babi diperiksa apakah ada tanda-tanda penyakit. Sejauh ini babi calon dipotong tidak ada yang sakit,” jelas Sarma. Selanjutnya, pemeriksaan juga dilakukan terhadap beberapa babi yang sudah dipotong bertepatan dengan Penampahan Galungan, Selasa (17/2). “Kami ambil sampel saja,” terang Sarma, seraya menegaskan bahwa pemeriksaan ini rutin dilakukan tiap Galungan, bukan semata-mata karena ada isu demam babi Afrika.

Terkait dengan isu virus babi Afrika, Bupati Bangli I Made Gianyar, Jumat (14/2) menegaskan, tidak ada penyakit tersebut atau penyakit lainnya di Bangli. Kepastian itu setelah bupati perintahkan Dinas PKP melakukan kajian sehingga peternak diharapkan tetap tenang. Tidak perlu mengobral babi. “Para peternak babi tenanglah, masyarakat tenanglah. Tidak perlu galau,” kata Gianyar.

Ketika ada isu miring soal babi, harapnya, supaya dikoordinasikan dengan Dinas PKP. Sedangkan sebagai upaya menghindarkan ternak dari penyakit, Gianyar mengingatkan peternak menempuh upaya sekala dan niskala. Niskala yang dimasud yaitu selalu berdoa agar babi peliharaan tetap sehat. Sedangkan sekalanya, salah satunya menjaga kebersihan kandang. Misalnya dengan menyemprotkan desinfektan secara rutin. Kandang harus bersih agar ternak terhindar dari penyakit.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia