Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Membangun Brand Kopi Lewat Kontes Barista di Denpasar

16 Februari 2020, 22: 29: 14 WIB | editor : Nyoman Suarna

Membangun Brand Kopi Lewat Kontes Barista di Denpasar

KONTES: Salah seorang peserta sedang mengikuti kontes barista dalam V60 Fun Battle di Hope Coffee Corner, Denpasar. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak digandrungi berbagai kalangan. Selain kopinya, si pembuat kopi atau barista pun kini turut digandrungi anak muda. Bahkan sampai membuka kedai. Untuk memantapkan kemampuan dalam meracik kopi, kontes barista penting dilakukan. Seperti kontes barista yang berlangsung di Hope Coffee Corner, Denpasar.

Dalam kontes ini, total ada 16 barista dari beberapa kedai kopi di Denpasar yang ikut berkompetisi meracik kopi. Walau sudah mahir meracik kopi di kedai sendiri,  kontes barista dengan konsep V60 Fun Battle ini pun cukup membuat peserta grogi. Sebab dalam kompetisi itu, menghadirkan langsung dewan juri yang sudah malang melintang dalam dunia kopi.

Ada lima juri yang menilai dengan sistem knock down. Juri ini yang langsung memutuskan delapan peserta dari babak penyisihan untuk lanjut ke babak empat besar. Dalam babak grand final yang diikuti empat peserta, para barista itu diperbolehkan membawa brand sendiri untuk diadu menuju final. Dalam tahap final itulah ditentukan pemenang dengan brand kopi yang diracik.

Untuk kontes sendiri, ada lima kriteria umum yang menjadi poin penilaian, yakni aroma kopi, rasa (taste), keseimbangan rasa, deksripsi barista dan customer service dari barista. Sebelum dilakukan penilaian, dewan juri terlebih dahulu melakukan kalibrasi atau uji standar penilaian yang digunakan, agar tidak mematok standar penilaian yang terlalu tinggi.

Ketua Dewan Juri V60 Fun Battle, Agung Dirayana mengatakan, di Bali, barista sudah mulai berkembang. Kedai-kedai kopi yang ada pun kini sudah memiliki barista sendiri. “Untuk di Bali sendiri, barista sudah banyak berkembang. Bahkan coffee shop yang ada, walaupun dengan konsep angkringan kecil,, sudah ada baristanya. Karena seorang barista bukan hanya menyiapkan kopi. Tapi dia harus mampu membangun deskripsi yang baik untuk memberikan pelayanan terhadap pelanggannya,” ungkapnya.

Dari sekian komponen yang dinilai, point penting yang menjadi penilaian utama adalah dari sisi keseimbangan. “Ini yang menjadi poin utamanya. Kopi yang dikatakan baik dan nikmat adalah kopi yang memiliki keseimbangan yang pas dari segi rasa, aroma serta kekentalannya,” sambung Agung.

Kontes barista ini, di samping untuk memperkenalkan kopi, juga untuk meningkatkan minat generasi muda, bahwa barista memiliki banyak potensi. Berbeda seperti bartender. Di samping itu, kontes ini juga untuk membangun mental kompetisi dari para barista, agar nanti bila mengikuti kontes internasional mereka tidak terikat dalam kondisi gugup.

Untuk diketahui, komoditi kopi di Bali saat ini sudah terbilang baik. Sebab petani sudah mulai memperlakukan kopi yang dimiliki dengan baik. Edukasi terhadap petani kopi juga dirasa cukup berhasil, sehingga hasil panen yang diolah memiliki kualitas yang baik.

Selain petani kopi, para barista pun senantiasa harus meningkatkan pengetahuan dan skill brewing (menyeduh, red) kopi. Hal itu untuk tetap menjaga kualitasnya hingga ke tangan penikmat kopi. “Kan percuma bila dari kebunnya baik, tapi perlakuannya dan proses pembuatannya kurang baik, sehingga kualitasnya akan jatuh. Dampaknya jadi ke petani nantinya. Makanya penting bagi barista untuk meningkatkan kemampuannya, supaya brand kopi yang mereka miliki tetap bagus,” tutupnya.

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia