Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pemkab Doakan Karangasem Terhindar dari Bencana, Nyanggra Galungan

16 Februari 2020, 22: 44: 25 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pemkab Doakan Karangasem Terhindar dari Bencana, Nyanggra Galungan

HARI RAYA: Bupati dan wakil bupati Karangasem mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada masyarakat Karangasem. (HUMAS PEMKAB KARANGASEM FOR BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri didampingi Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, memberi perhatian khusus terhadap wabah virus korona yang belakangan mencuat. Belum lagi virus flu babi atau African Swine Fever (ASF) yang menghantui para peternak babi di Bali jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Bupati IGA Mas Sumatri, belum lama ini menyebutkan, berbagai persoalan kini tengah mendera Bali. Bahkan isu virus korona membuat pariwisata Bali, tidak terkecuali Karangasem terpukul. 

Dalam momen Hari Raya Galungan dan Kuningan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem mengajak umat Hindu memperkuat srada dan bakti kepada Ida Hyang Widi Wasa agar masyarakat Karangasem diberikan kemakmuran, kabahagiaan, dan dijauhkan dari segala bencana.

"Pemkab Karangasem ngaturang Rahajeng Nyanggra Rahina Suci Galungan, Rabu (19/2) lan Rahina Kuningan, Sabtu (29/3) untuk seluruh umat se-dharma, khususnya di Kabupaten Karangasem," sambut Mas Sumatri, belum lama ini.

Kata bupati wanita pertama di kabupaten berjuluk Gumi Lahar itu, virus flu babi dirasakannya berdampak luas terhadap psikologis para peternak babi. Warga Karangasem diharapkan tidak ragu mengonsumsi daging babi saat penampahan Galungan, asal dimasak dengan benar (matang) dan menghindari darah sebagai adonan lawar.

"Kalau virus korona, syukur tidak terjadi di Bali. Tapi kasus kematian babi cukup banyak di berbagai kabupaten. Tapi saya rasa, daging babi masih aman untuk dikonsumsi, asalkan dimasak dengan matang. Tetaplah membuat olahan lawar sebagaimana biasanya agar psikologis para peternak juga tidak jatuh," ajaknya.

Selaku orang nomor satu di Bali timur, ia mengaku telah melakukan upaya antisipasi jauh sebelumnya. Baik dari sisi sekala maupun niskala. Salah satunya memerintahkan aparat pemerintah menyelenggarakan upacara Nangluk Merana untuk mengantisipasi merebaknya virus mematikan bernama Covid-19, di Pura Penataran Agung, Desa Padang Bay, Manggis, Karangasem, akhir Januari lalu.

Upacara "Nangluk Merana" sebagai pencegahan secara niskala itu adalah upacara yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di Karangasem. Tujuannya untuk memohon keselamatan Bali agar dijauhkan dari hal-hal yang negatif, terutama sejumlah bencana yang terjadi selama ini di Nusantara," kata Bupati Mas Sumatri. 

"Ke depan, masyarakat untuk mampu menguatkan kembali implementasi Tri Hita Karana, agar Karangasem terhindar dari berbagai ancaman gangguan kesehatan," pungkas Sumatri.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia