Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pria Bejat Sodomi Anak SD Tetangga Kosnya hingga 44 Kali di Mengwi

17 Februari 2020, 19: 53: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pria Bejat Sodomi Anak SD Tetangga Kosnya hingga 44 Kali di Mengwi

TERSANGKA: Tersangka Fadli (berbaju tahanan) saat ditampilkan oleh Polisi. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Bali. Kali ini korbannya seorang bocah laki-laki bernama AF, 10. Pria bejat yang tega melakukan pencabulan itu adalah Fadli, 57, yang merupakan tetangga kos korban di daerah Mengwi, Badung, Bali.

Kasubag Humas Polres Badung, Iptu I Ketut Gede Oka Bawa menerangkan pada Senin (17/2), kasus ini terungkap berawal dari laporan ibu korban. “ Awalnya ada laporan kepada kami tentang pencabulan dengan laporan Polisi nomor: LP-B/48/II/2020/Bali/Res Bdg, pada Sabtu (8/2), kemudian kami tindak lanjuti,” terangnya.

Pada hari Sabtu (8/2) ibu korban melihat curiga melihat anaknya tidak ada di tempat tidurnya, padahal masih pukul 04.00 subuh. “Ibunya kemudian mencari anaknya itu, dan ternyata telah dilihat oleh ibunya sedang berpelukan dengan tersangka. Ibunya kemudian menegur tersangka dan membawa anaknya pulang,” beber Iptu Oka.

Setelah sampai rumah ibunya kemudian menginterogasi korban. Karena tidak mau menjawab, ibu korban menyuruh anaknya membuka baju dan celananya  “setelah diperiksa ada rambut di bagian anus korban, ternyata ada bagian pinggir luar anusnya lecet. Ibunya kaget dan bertanya kepada korban kenapa anusnya seperti itu.  Korban akhirnya mengaku kepada ibunya tersangka sudah mencabuli dirinya sudah dengan cara memasukkan kemaluannya ke dalam anus korban,” beber Kasubag Humas senior ini

Setelah digali lebih jauh, dari pengakuan korban,  tersangka sudah mensodomi anak yang baru duduk di bangku SD tersebut lebih dari 44 kali.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku. Setelah mendapat keterangan dari saksi, kami mencari ke tempat kerjanya dan menemukan pelaku.  Saat di interogasi yang dikuatkan dengan alat bukti lainnya, pelaku mengakui perbuatannya dan langsung kami bawa ke Mapolres untuk diperiksa,” terang Iptu Oka kembali.

Cuma,  setelah diinterogasi lebih lanjut, pelaku mengakui perbuatannya terhadap korban sebanyak lebih dari 25 kali. Tersangka melampiaskan nafsu bejatnya  tersebut di kebun dalam areal tempat tinggal tersangka  di aerah , Mengwi, Badung. “Tersangka mengaku tega melakukan hal tersebut karena nafsu melihat korban,” ungkap Iptu Oka.

Modus yang digunakan tersangka agar mau melayani nafsu bejatnya dengan mengajak korban ke rumahnya atau jalan-jalan terlebih dahulu. Selain itu juga, korban diiming-imingi dengan uang , makanan yang enak-enak.

Polisi juga menyita alat bukti berupa uang dan mainan yang digunakan merayu korban. “Kami mengamankan bukti satu buah baju kaus warna abu-abu tua. Celana pendek kain, uang tunai sebesar Rp 14 ribu. Satu buah baju kaus berkerah warna merah, serta celana panjang warna hitam,” terang Iptu Oka.

“Kami juga sudah melakukan visum terhadap korban di RSUD Mangusada, dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Badung dan P2TP2A  untuk pemulihan fisik dan psikis korban,” pungkas Oka.

Kini tersangka diancam dengan pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76E Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun, maksimal 15 tahun.

(bx/ris/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia