Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Agus Kertiana Ngaturang Celeng Tiap Piodalan di Pura Kahyangan Tiga

17 Februari 2020, 22: 41: 45 WIB | editor : Nyoman Suarna

Agus Kertiana Ngaturang Celeng Tiap Piodalan di Pura Kahyangan Tiga

NGAYAH: Wakil Ketua DPRD Karangasem I Made Agus Kertiana (tiga dari kanan) menyampaikan komitmenya ngaturang dua ekor babi setiap piodalan di Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Rendang. (ISTIMEWA)

Share this      

KARANGASEM, BALI EXPRESS - Wakil Ketua DPRD Karangasem I Made Agus Kertiana ngaturang dua ekor celeng (babi) tiap piodalan di Pura Kahyangan Tiga di desanya, Desa Adat Rendang. Yakni Pura Puseh, Penataran dan Pura Dalem.

Kertiana kepada Bali Express (Jawa Pos Group), Senin (17/2) mengatakan, ngaturang babi tersebut merupakan komitmennya setelah dilantik menjadi anggota DPRD Karangasem. Bagian dari ungkapan syukur kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. “Setiap ada upacara piodalan di Pura Kahyangan Tiga, menghaturkan babi dua ekor setiap upacara,” terang politikus Partai Nasdem yang baru kali pertama duduk di kursi dewan itu. Setelah berbuat nyata dengan tulus dan ikhlas, Kertiana berharap selalu mendapat jalan terbaik, sehingga tetap bisa berbuat dan menjaga keseimbangan sekala dan niskala. “Waktu ini sudah berjalan empat ekor di Pura Puseh, dua ekor di Pura Dalem, dan dua ekor di Pura Penataran,” sebutnya.

Selain berbuat secara niskala, anggota dewan dengan slogan Jeg Sing Pocol (JSP) itu juga rutin membantu pemasangan listrik untuk masyarakat kurang mampu. Maret ini rencananya pasang untuk delapan warga kurang mampu. Mereka yang mendapat bantuan berdasarkan hasil survey dari Tim JSP. “Bantuan ini adalah salah satu program rumah aspirasi masyarakat,” tegasnya.  

Seperti diketahui, sejak awal memutuskan mencalonkan diri sebagai anggota dewan, Kertiana sudah komitmen membawa aspirasi masyarakat. Begitu dilantik, dia pun langsung membuat rumah aspirasi di Jalan Dewa Anom Nomor 85 Rendang. Rumah aspirasi terinspirasi dari kondisi politik modern. Di mana masyarakat mulai krisis kepercayaan terhadap pemimpinnya. Sehingga muncul ide membuat rumah aspirasi untuk menjawab kekhawatiran masyarakat dengan segala trauma tentang politik. Rumah aspirasi sebagai tempat pengaduan, termasuk ketika masyarakat butuh informasi dan solusi terhadap masalah pelayanan pemerintah  maupun program menjemput aspirasi di masyarakat.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia