Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Sportainment
icon featured
Sportainment

Polda Bali Bentuk Satgas Antimafia Bola, Awasi Liga 1

21 Februari 2020, 20: 21: 55 WIB | editor : Nyoman Suarna

Polda Bali Bentuk Satgas Antimafia Bola, Awasi Liga 1

KONFERENSI PERS: Dirkrimum Kombespol Andi Fairan (tengah nomor dua dari kanan) menjelaskan pembentukan Satgas Antimafia Bola. (NORIS SAPUTRA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mafia bola rupanya menjadi atensi khusus Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Bali. Melalui Ditkrimum, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) yang memberantas mafia bola di Liga 1 yang akan bergulir satu bulan ke depan.

Setelah membentuk satgas antimafia bola pada tahun 2018 dan 2019, pada tahun ini Polda Bali kembali membentuk satgas yang sama untuk mengawasi jalannya Liga 1.

Saat konferensi pers, Jumat (21/2), Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Bali Kombespol Andi Fairan membeberkan terkait pembentukan Satgas Antimafia Bola tersebut. Hadir dalam konferensi pers tersebut, Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) IGN Oka Dharmawan, Asisten Provinsi Bali, serta Asisten Manajer Bali United.

“Hari ini kami umumkan telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola. Satgas ini nanti bertugas mengawasi jalannya Liga 1 yang digelar di Bali. Bali melalui klub Bali United akan menjadi tuan rumah dalam pertandingan Liga 1 2020-2021. Jumlah personel yang akan terlibat sebanyak 53 orang,” terang Andi kepada awak media.

Pada Jumat (21/2) juga dilaksanakan rapat koordinasi pihak Polda Bali dengan stackholder terkait. Kombespol Andi Fairan bertindak sebagai kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Antimafia bola Polda Bali.

Pejabat Reskrimum yang ramah ini juga menerangkan tujuan dari pembentukan satgas ini agar sepak bola di Bali bebas dari para mafia. “Melalui satgas ini, kami berharap sepak bola Bali lebih bermartabat, jujur, khususnya Liga 1,” terangnya kembali.

Satgas Antimafia Bola ini juga membuka call center pengaduan yang bisa dihubungi masyarakat atau pihak yang ingin mengadukan terkait mafia bola. “Kami membuka call center 081916701972, silakan dihubungi jika ada kasus mafia bola,” terangnya.

Selain memberantas mafia bola, satgas ini juga bertindak mendampingi wasit dalam pertandingan yang akan digelar di Bali. “Kami juga akan melakukan pengamanan pertandingan, terutama mengamankan wasit. Kami juga berkoordinasi dengan pelatih, manajemen klub hingga suporter,” pungkasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai konsekuensi hukum dari klub atau pemain yang terlibat dalam mafia bola, katanya,  akan dikenakan Pasal 378 tentang penipuan, UU No 11 tahun 2010 tentang tindak pidana suap, serta UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia