Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Ngamuk dan Bawa Keris, ODGJ Dibawa ke RSJ Bangli

21 Februari 2020, 20: 26: 51 WIB | editor : I Putu Suyatra

Ngamuk dan Bawa Keris, ODGJ Dibawa ke RSJ Bangli

ODGJ: Dinas Sosial Tabanan bersama Satpol PP Tabanan saat membujuk ODGJ yang mengamuk dan membawa sajam, Jumat (21/2). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Seorang ODGJ mengamuk dengan membawa senjata tajam berupa keris di Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat (21/2) sekitar pukul 14.00 Wita.

Informasi di lapangan menyebutkan I Wayan Darmaja, 30, tiba-tiba mengamuk diduga karena penyakit kejiwaannya kambuh. Selanjutnya hal tersebut dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Desa Nyambu yang kemudian meneruskan ke Polsek Kediri. Atas informasi tersebut, Kapolsek Kediri pun langsung mendatangi TKP serta menghubungi Satpol PP Tabanan dan Dinas Sosial Tabanan. 

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, Driana Rika Rona mengatakan bahwa proses eksekusi Darmaja berlangsung sekitar 4 jam. Sebab pihaknya harus merayu Darmaja agar mau meletakkan senjata tajam yang ia bawa. "Awalnya itu sekitar pukul 13.30 Wita kita menerima laporan,  kebetulan kita masih ada di kantor, sedangkan pelayanan memang sudah tutup pukul 13.00 Wita. Kemudian kita bersama Satpol PP langsung turun ke lapangan," ungkapnya.

Sesampainya di lapangan 

pasien sudah memegang keris dan parang serta mengancam semua orang yang ada disekitarnya utamanya yang berseragam. Pasien juga menghadang kendaraan di tengah jalan, dan melakukan pengerusakan terhadap mobil operasional Dinas Sosial Tabanan. "Pasien membacok ban dengan keris, menoreh badan mobil, serta merusak spion dan plat kendaraan," imbuh Rika Rona.

Namun berkat pendekatan dengan teknik dan pengalaman yang dimiliki, pihaknya berhasil menenangkan Darmaja bersama dengan Satpol PP. Selanjutnya pasien dikirim ke RSJ Bangli untuk mendapatkan perawatan dengan menggunakan kendaraan dari Dinas Sosial dan dikawal pihak kepolisian. "Kita ajak dia ngopi dan bernyanyi untuk bisa mengambil senjata tajam yang dibawa, kemudian kita bawa ke RSJ Bangli," tandasnya.

Pria berperawakan besar dan bertatto itu pun tiba di RSJ Bangli dengan aman dan tenang.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia