Jumat, 05 Jun 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Puncak Karya, Wagub dan Wawali Ngayah Nopeng di Pura Luhur Batukau

21 Februari 2020, 22: 49: 05 WIB | editor : Nyoman Suarna

Puncak Karya, Wagub dan Wawali Ngayah Nopeng di Pura Luhur Batukau

RANGKAIAN : Pementasan Tari Wali melengkapi rangkaian puncak Karya Agung Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Kamis (20/2). Mulai dari Wagub, Wawali, sampai akademisi ngayah nopeng dalam pementasan ini. (HUMAS PEMKAB TABANAN FOR BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS  – Puncak Karya Agung Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan yang digelar Wraspati Umanis Dungulan, Kamis (20/2), yang bertepatan dengan Piodalan Agung di Pura setempat berlangsung khidmat.

Dari pantauan di lapangan, ribuan pemedek sejak pagi silih berganti memadati areal Pura Luhur Batukau. Di upacara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana atau Cok Ace telihat hadir. Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama. Begitu juga Wakil Wali Kota Denpasar, I GN Jaya Negara.

Selain itu, ada juga Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, anggota DPRD Tabanan Putu Eka Putra Nurcahyadi, beserta seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Beberapa tokoh akademisi seperti Prof. Gusti Ngurah Sudiana, Prof. Dibia, dan Prof. Bandem, serta seniman dari ISI Denpasar ikut serta dalam upacara itu. Mereka ngayah nopeng bersama Wagub Cok Ace, Wawali Denpasar Jaya Negara, Putu Eka Putra Nurcahyadi, Prof. Gusti Ngurah Sudiana, Prof. Dibia dan Prof. Bandem.

Momen ini berlangsung dalam pementasan Tarian Wali yang digelar untuk melengkapi rangkaian Karya Agung Pengurip Gumi tersebut. Dalam membawakan tarian tersebut, mereka terlihat lugas menari diiringi lantunan gamelan.

Ketua Panitia I Karya Agung Pengurip Gumi, I Wayan Arya mengatakan, Upacara Karya Agung Pengurip Gumi menggunakan upakara jangkep dengan tingkatan utamaning utama.

Upacara tersebut dipuput sekitar 14 orang Sulinggih, di antaranya Ida Peranda Budha Jelantik Karang dari Griya Jelantik Budakeling, Ida Peranda Wayahan Bun Griya Sanur Pejeng, Ida Peranda Budha Jelantik Dwaja Griya Jelantik Dauh Pasar, Budakeling, dan lainnya.

Selain itu, untuk melengkapi rangkaian prosesi upacara Karya Agung Pengurip Gumi juga dipentaskan sejumlah tari wali, seperti tari Baris Gede, Rejang Dewa, Gambuh, Wayang Yadnya, topeng dan lain sebagainya. Pemedek dan para tokoh menyatakan diri untuk ikut ngayah dalam pementasan tarian wali tersebut.

“Setelah eed upacara Pengurip Gumi puput, barulah akan dilaksanakan Piodalan Agung. Untuk Karya Pengurip Gumi rangkaiannya meliputi Mapedudus Agung, Pengurip Gumi, Mepeselang, Pengusaban Agung dan Pedanan. Setelah rangkaian ini, Ida Bhatara akan melinggih ring Bale Sari, setelah itu kembali munggah ke yoga Katurang Pujawali Agung,” paparnya.

Seperti diberitakan, Karya Agung Pengurip Gumi di Pura Luhur Batukau digelar sesuai dengan fungsi Ida Bhatara Batukau sebagai penguasa kehidupan alam semesta, serta melihat kondisi dunia khususnya jagat nusantara yang sedang tidak seimbang.

Karya ini adalah upacara yang sangat disakralkan, yang merupakan pawisik atau pewuwus (sabda) Ida Bhatara, sehingga harus dilaksanakan sebaik mungkin. Pawisik tersebut diterima pada saat Ida Bhatara yang berstana di Pura Luhur Batukau nepak pedasaran sesaat menjelang nyineb pujawali Ida Betara Batukau. Dari situlah diminta agar digelar Karya Agung Pengurip Gumi atau penyucian jagad.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news