Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Pemkab Buleleng Pastikan Bayar Utang ke UD Serba Jaya

21 Februari 2020, 22: 57: 51 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pemkab Buleleng Pastikan Bayar Utang ke UD Serba Jaya

Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng, I Putu Karuna (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Setelah melewati perdebatan yang panjang, Pemkab Buleleng akhirnya bersedia melunasi utang pembelian alat keperluan kantor kepada UD Serba Jaya. Pembayaran utang dianggarkan dari APBD Perubahan tahun 2020. Ini dilakukan setelah pemerintah berutang bertahun-tahun kepada pihak Serba Jaya.

Hal itu diungkapkan Asisten Administrasi Pemerintahan Setda Buleleng, I Putu Karuna saat dikonfirmasi, Jumat (21/2) siang. Karuna mengatakan, sebelumnya Pemkab Buleleng bertahan dan tidak mengakui bahwa tagihan sebesar Rp 94.479.750 yang dikirim oleh UD Serba Jaya itu merupakan utang milik Pemkab Buleleng.

Terlebih pengambilan beberapa alat-alat kantor itu sifatnya pribadi. Hal ini juga diperkuat dari keterangan BPK, yang menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah utang. Namun, mengingat sang pemilik usaha yang diketahui bernama Ketut Suryata Tanaya berhasil memenangkan perkara utang piutang ini di tingkat Peninjauan Kembali (PK), Pemkab akhirnya menjalankan putusan pengadilan itu. Pihaknya akan membayar utang tersebut, di APBD Perubahan 2020. Karuna menyebut, untuk membayar utang ini, pihaknya harus berkoordinasi dengan Pemprov dan Kementerian, karena kode rekeningnya tidak ada.

“Setelah berkoordinasi, akhirnya diarahkan untuk membuat rekening baru, khusus untuk pembayaran hasil putusan pengadilan. Sehingga anggaranya bisa dipasang di APBD Perubahan," jelas Karuna.

Selain membayar utang senilai  Rp 94.479.750, Pemkab juga diwajibkan membayar bunganya sebesar enam persen per tahun. Dimana, perkara  utang piutang ini dimulai sejak 2014. Itu berarti kasus ini sudah berjalan enam tahun.

Sehingga Pemkab harus membayar bunga sekitar 36 persen. “Senin depan kami akan mencoba bernegosiasi dengan pemilik usaha agar bunganya bisa dibawah 36 persen itu. Anggaran yang harus kami siapkan juga harus dihitung dulu. Mudah-mudahan bisa dibayar di APBD Perubahan," tutupnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia