Sabtu, 30 May 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

PDIP Jembrana Gelar Festival Kuliner, Masyarakat Bebas Mencicipi

21 Februari 2020, 23: 07: 17 WIB | editor : Nyoman Suarna

PDIP Jembrana Gelar Festival Kuliner, Masyarakat Bebas Mencicipi

FESTIVAL KULINER : Ketua DPC PDIP Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memberikan keterangan terkait rencana pihaknya menggelar Festival Kuliner Khas Jembrana, Jumat (21/2). (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS – Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Jembrana akan menggelar Festival Kuliner Jembrana, Minggu (23/2). Festival ini digelar untuk memperingati HUT Ke-47 PDIP.

Kegiatan itu, rencananya digelar di Gedung Mendopo Kesari, Kelurahan Banjar Tengah, mulai pukul 09.00 sampai 12.00 Wita.

Ada 15 peserta se-Jembrana yang akan mengikuti festival ini, mulai dari unsur masyarakat, kelompok wanita, atau pemilik warung makan. Tentunya dengan menampilkan beragam sajian kuliner khas Jembrana.

Tidak hanya dilombakan, ajang ini juga terbuka untuk umum. Masyarakat juga bisa mencicipi berbagai menu kuliner yang disiapkan panitia secara gratis.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Sekretaris DPC Ni Made Sri Sutharmi dan Ketua Panitia Ni Komang Sri Kendel, Jumat (21/2), mengatakan, Indonesia dikenal memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam karena keragaman etnis dan budayanya termasuk di Jembrana sendiri. Melalui festival ini, pihaknya ingin lebih memperkenalkan lagi ragam kuliner yang ada di Jembrana.

Selain itu, gelaran festival kuliner ini sejatinya juga untuk mengangkat kembali budaya asli daerah melalui aneka kuliner. Di samping juga untuk melestarikan dan menggali potensi kuliner Jembrana agar selalu mendapat tempat di hati masyarakat.

"Di era digital sekarang ini, banyak pilihan menu kuliner ditawarkan, termasuk makanan yang datangnya dari luar. Jangan sampai generasi muda kita tidak kenal masakan asli daerah,” ujarnya.

Dia juga mengkhawatirkan, karena kurangnya perhatian akan menu-menu asli lokal, justru bisa diklaim pihak lain. Dan hal itu tidak boleh terjadi.

Karena itu, sambung Kembang, pihaknya ingin memberikan panggung bagi kuliner lokal, sekaligus mendorong mereka berinovasi sesuai kearifan lokal yang dimiliki.

Sementara itu, Ketua Panitia Ni Komang Sri Kendel mengatakan, konsep festival akan dilombakan. Setiap tim dari 15 stand akan diberikan waktu selama tiga jam untuk menyiapkan makanan khasnya. Mulai dari proses memasak makanan sampai dihidangkan kepada dewan juri.

Sedangkan untuk bahan makanan yang digunakan, panitia juga telah menyiapkan sejumlah ketentuan, di antaranya kandungan bahan harus menggunakan bahan lokal serta hasil tanaman dan peternakan di daerah Bali.

Demikian halnya dengan minuman yang telah diatur dengan menyajikan minuman tradisional (loloh Bali ) atau yang mencirikan daerah atau kabupaten masing-masing.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news