Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Bali
icon featured
Bali

Menipu Wisatawan, Karyawan Money Changer di Ubud Diciduk

24 Februari 2020, 18: 30: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Menipu Wisatawan, Karyawan Money Charger di Ubud Diciduk

DIAMANKAN : Dua karyawan money changer nakal yang menipu wisatawan asing diamankan di Mapolres Gianyar, Senin (24/2). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dua orang karyawan money changer yang tanpa mengantongi izin di kawasan Jalan Monkey Forest, Ubud diamankan Tim Resmob Sat Reskrim Polres Gianyar. Kedua oknum petugas money changer, I Komang Darmawan, 23, asal Banjar Dinas Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem bersama rekannya I Komang Udik Aryawan, 20, asal Banjar Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, secara berencana melakukan penipuan saat wisatawan asing asal Argentina Joaquin Fernan, 27, menukarkan dolarnya.

Seizin Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, Kasatreskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan, Senin (24/2), mengatakan, dua pelaku diamankan berselang satu jam setelah aksi penipuan tersebut. Diungkapkan, korban Joaquin Fernan bersama pacarnya yang sedang berlibur di Ubud, hendak menukar uang senilai US 800 dolar, Sabtu (22/2), pukul 14.30.

Dikatakan, nilai tukar satu dolar sebesar Rp 13.725, seharusnya korban mendapatkan uang sebanyak Rp 10.980.000. Namun setiba di penginapan, jumlah uang yang diterima korban hanya Rp 8.080.000 atau kurang lagi Rp 2.900.000. Merasa ada keanehan, korban melaporkan dugaan penipuan yang dialami pada staf hotel. Setelah itu korban diantar oleh staf hotel ke posko pecalang. Bersama Pecalang Padang Tegal, korban kembali ke TKP untuk komplain.

Hanya berselang beberapa menit, Opsnal Polres Gianyar mendatangi TKP. Korban dan dua pelaku berikut barang bukti berupa uang senilai Rp 2.900.000 langsung diamankan ke Mapolres Gianyar. “Dibantu Pecalang Padang Tegal Ubud, kami lakukan penindakan terhadap money changer yang mengelabui tamu asing. Dua pelaku diamankan sekitar pukul 15.30,” jelasnya AKP Deni.

Disampaikan, hasil interogasi dua pelaku asal Karangasem itu mengakui perbuatannya. Bahkan sejak sebulan bekerja di money changer tersebut, pelaku sudah beraksi sebanyak 10 kali. Parahnya, money changer tersebut dikatakan belum memiliki izin. Modusnya mereka menjatuhkan sejumlah uang sebelum uang yang ditukar diambil oleh wisatawan. Awalnya, pelaku sudah menghitung uang rupiah di hadapan korban, jumlahnya sudah sesuai kesepakatan.

Dengan keahliannya, pelaku mengelabui korban. Salah satu pelaku meminta uang kembalian Rp 20 ribu. Saat korban mencari pecahan uang Rp 20 ribu itulah, dua pelaku ini menyisihkan uang sekitar Rp 2.900.000 dengan cara menghalangi dengan kalkulator. Sementara pelaku satunya, mencoba mengalihkan perhatian korban dengan mengajak korban ngobrol. “Dari total Rp 10.980.000, diambil Rp 2.900.000. Uang yang diterima korban hanya Rp 8.080.000,” jelas AKP Deni.

Atas perbuatannya, pelaku dipasangkan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara. “Kedua tersangka sudah diamankan di Mapolres Gianyar,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, AKP Deni mengimbau masyarakat dan wisatawan yang sedang berkunjung di Bali, agar berhati-hati ketika menukarkan uang. “Bila menukar mata uang asing, sebaiknya dilakukan di money changer yang sudah berizin. Setelah terima uang, hitung kembali, langsung simpan dalam tas atau dompet,” sarannya.

Diakui, kasus serupa cukup sering terjadi di wilayah Ubud. Namun sering berujung damai setelah pelaku mengembalikan uang korban. Meski demikian, jajaran Polres Gianyar akan tetap berkoordinasi dengan OPD terkait untuk melakukan sidak. “Kami akan koordinasi dengan instansi terkait. Karena hal seperti ini mencoreng citra pariwisata. Sementara money changer tempat kejadian kami pasangi police line. Kami segel sampai yang bersangkutan bisa menunjukkan izin,” jelasnya sambil menambahkan, pemilik money changer juga akan diperiksa.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia