Jumat, 03 Apr 2020
baliexpress
Home > Balinese
icon featured
Balinese

Sugi Lanus: Gunakan Loloh Intaran, Antisipasi Penularan Korona

03 Maret 2020, 21: 01: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Sugi Lanus: Gunakan Loloh Intaran, Antisipasi Penularan Korona

Peneliti lontar, Sugi Lanus. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Mewabahnya virus Corona di Indonesia belakangan ini membawa kekhawatiran banyak pihak. Namun, penularan virus bernama COVID-19 ini bisa dicegah bila sistem imunitas atau kekebalan tubuh kuat. Rupanya kekebalan tubuh bisa ditingkatkan bila mengkonsumsi loloh (jamu) herbal salah satunya berbahan Daun Intaran (Nimba) atau Azadirachta indica.

 Peneliti lontar, Sugi Lanus menjelaskan jika Pohon Intaran yang mudah ditemukan di pinggir jalan ini bisa dimanfaatkan mulai bagian kulit, daun, biji hingga pucuknya untuk menjaga kesehatan. Seperti anti imflamasi, anti bakteri, anti jamur, pencuci darah, detok dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Pria yang mengoleksi 100 Lontar Usada ini mengatakan sejauh ini daun Intaran banyak disebutkan dalam Lontar Taru Pramana, Kuranta Bolong dan Cukil Daki. Dalam lontar tersebut dijelaskan jika daun intaran berfungsi untuk menjaga kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terinfeksi bakteri dan virus.

Sugi menuturkan daun intaran paling mudah diolah untuk memberikan khasiat pada kesehatan tubuh. Memang, rasa daun intaran sangat pahit. Namun, daun pucuk intaran bisa dimakan dua sampai tiga lembar setiap hari tepatnya di pagi hari untuk tetap menjaga tubuh agar fit.

“Sedangkan untuk Loloh, teknis penyajiannya, ambil daun intaran  muda sekitar 28-30 lembar. Kemudian direbus dengan satu gelas air. Selanjutnya air rebusan itu diminum. Itu bagus untuk membersihkan darah, detox dan menjaga kekuatan imun tubuh,” ujarnya, Selasa (3/3) kepada Bali Express (Jawa Pos Group)

Khusus untuk loloh daun intaran sebut Sugi tidak bisa dilakukan setiap hari. Dari refrensi lontar usada, idealnya untuk dijadikan sebagai detok, bisa dilakukan tiga bulan sekali, sehingga dapat memberikan khasiat maksimal. Begitu juga loloh Daun Intran tidak cocok untuk wanita yang sedang hamil. "Karena bisa keguguran" ujarnya.

Bahkan, di India sambungnya tumbuhan Intaran ini dijuluki sebagai “The Village Pharmacy. Sebab, daun intaran digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit, anti imflamasi, demam, antibakteri, antidiabetes, penyakit kadiovaskular hingga insektisida.

Sedangkan di Bali, tepatnya di Desa Julah, Kecamatan Tejakula, tanaman Intaran ini menjadi tanaman yang wajib ada di setiap rumah masyarakat. “Tanaman ini di Julah sangat disakralkan, karena memang kerap dijadikan salah satu sarana upacara seperti tepung tawar. Bisa juga daunnya diusapkan di tangan untuk mematikan bakteri,” bebernya.

Menurutnya, Lontar Usada yang notabene sebagai manuskrip tentang obat herbal adalah referensi paling penting bagi orang Bali tentang tradisi panjang penggunaan dan pengalaman pengobatan herbal. Ini diturunkan dari generasi ke generasi dan menunjukkan ketergantungan orang Bali pada pengobatan herbal.

Sebagai peneliti lontar ia menemukan bahwa lontar Usada mengandung komponen utama obat tradisional, yang telah digunakan sejak ribuan tahun. Lontar Usada telah membuat kontribusi yang signifikan terhadap sejarah kesehatan masyarakat Bali melalui sifat-sifat promotif, kuratif dan rehabilitatif kesehatan mereka dan terutama untuk pencegahan penyakit.

Ia berharap situasi banyaknya virus menular sekarang menjadi momentum upaya untuk menggali kembali dan menggunakan obat-obatan herbal secara rasional, aman dan tepat serta masyarakat ajak mengarusutamakan penggunaan obat-obatan herbal.

“Saya sering pamerkan seratus lontar khusus Usada untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit. Leluhur kita  telah pernah menghadapi berbagai mrana gering (penyakit, Red) bahkan grubug (wabah penyakit, Red). Namun, dengan usada herbal ini, leluhur telah mampu melewati dengan baik mesti saat itu infrastruktur kesehatan belum memadai,” ungkapnya.

Lontar Usada ini bisa digunakan oleh perencana kesehatan, pembuat kebijakan, otoritas kesehatan nasional dan kabupaten dan pihak lain yang terlibat dalam pengembangan dan reformasi sektor kesehatan,” imbuhnya.

 “Kita perlu upaya serius untuk meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas ke pengobatan yang hemat biaya untuk masalah kesehatan yang biasa ditemui dengan obat herbal. Upaya ini pada akhirnya akan mempromosikan 'kesehatan untuk semua' dalam konteks perawatan kesehatan primer,” tutupnya



Cara Membuat Jus (loloh) Intaran (Nimba/Mimba).
(CATATAN TIDAK UNTUK WANITA HAMIL)


Untuk membuat resep jus Nimba atau Intaran untuk penurun berat badan dan detoksifikasi



1. Pertama-tama pilih dan beli daun nimba segar. Pastikan bahwa daunnya segar, berwarna hijau tua dan tidak ada luka, bercak atau cacat. Jika membeli, lebih baik untuk membeli daun yang melekat pada batang sehingga mereka memiliki umur simpan yang lebih baik.





2. Ambil sekitar 1 cangkir daun nimba untuk membuat jus Mimba.



3. Bersihkan dan cuci daun Mimba dengan air bersih.



3. Saring air menggunakan saringan dan buang airnya.



4. Tempatkan daun Mimba ke dalam wadah mixer untuk membuat jus Mimba.



5. Tambahkan jumlah air yang sama. Tambahkan 1 gelas air untuk dicampur.





6. Blender dalam mixer sampai halus.



7. Tuang jus nimba ke dalam gelas dan sajikan segera.



 

Nilai nutrisi per sajian:



Energi 15 kal

Protein 0,8 g

Karbohidrat 2,7 g

Serat 0,7 g

Lemak 0,1 g

Kolesterol 0 mg

Vitamin A 0 mcg

Vitamin B1 0 mg

Vitamin B2 0 mg

Vitamin B3 0 mg

Vitamin C 0 mg

Asam Folat 0 mcg

Kalsium 59,5 mg

Zat besi 2 mg

Magnesium 14,8 mg

Fosfor 9,3 mg

Sodium 8,4 mg

Kalium 29,6 mg

Seng 0 mg

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia